1,5 Jam Diguyur Hujan Jalan di Tarutung Banjir

(Foto: Bernad L Gaol)
BANJIR- Ruas Jalan Ferdinan Lumbantobing, Tarutung terendam banjir akibat hujan deras melanda daerah itu lebih kurang 1,5 jam, Kamis (11/10).

TARUTUNG – Hujan deras yang melanda kota Tarutung, Kabupaten Taput, sejak pukul 16.00 Wib hingga 17.45 Wib, menyebabkan sejumlah ruas jalan banjir, Kamis (11/10). Kondisi ini sempat membuat pengendara kesulitan melintas karena ketinggian air mencapai 25 hingga 30 centimeter.

Amatan METRO, hujan turun dengan deras sekira pukul 16.00 Wib. Hujan sempat berhenti beberapa menit. Namun, tiba-tiba hujan deras lagi hingga pukul 17.45 Wib. Akibatnya, sejumlah ruas jalan inti kota meliputi Jalan Sisingamangaraja, Jalan DI Panjaitan, Jalan Dipenegoro, Jalan Perdinan Lumbantobing, banjir.

Genangan air paling parah terlihat di Jalan Perdinan Lumbantobing. Di kawasan ini sejumlah kendaraan mogok baik yang roda dua maupun roda empat.

Hujan deras yang terjadi sore itu, selain mengganggu aktivitas warga pengguna jalan, pedagang dan petani juga mengakibatkan debit air di Aek Sigeaon, Aek Ristop dan Sungai Natumandi mengalami peningkatan, sehingga dikhwatirkan akan bertambah jika hujanya turun terus menerus.

Kondisi itu membuat sebagian warga mengkritik kinerja pemerintahan. Pejabat di daerah itu dinilai tidak mampu menangani atau mengurangi titik banjir di daerah itu.  “Kita melihat genangan air ini disebabkan buruknya saluran drainase. Sehingga air tidak berjalan dengan lancar ke sungai.

Kepada pemerintah kita berharap agar segera memperbaiki drainase guna mengantisipasi banjir seperti ini. Masih beruntung hanya jalan yang banjir. Kita khawatir, apabila hujan turun deras lagi, maka bisa menyebabkan banjir hingga ke rumah-rumah warga,” kata Kelin Siregar, warga Tarutung. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah (BPBD) Taput Tumbur Hutabarat SE membenarkan adanya beberapa ruas jalan tergenang air akibat hujan melanda Tarutung.

Dia megimbau cuaca seperti itu harus diwaspadai. Untuk itu, pihaknya akan melakukan monitoring di 15 kecamatan yang ada di Taput, khususunya daerah yang rawan banjir dan longsor. “Kita sudah siapkan personel teknis dan alat-alat berat bila ada terjadi bencana alam seperti banjir dan longsor. Selain dengan Uspika, kita juga sudah menjalin kerja sama dengan masyarakat agar sama-sama mengantisipasi bencana alam,” pungkasnya. (cr-01)