Digosipkan Parbegu Ganjang

Kamis, 2 Agustus, 2012 | 2 Komentar
Share on: Google Plus

Istri, Anak & Cucu Nyaris Dimassa

(Foto:Bram Situmorang) MASSA: Polisi berusaha mengamankan ratusan warga yang mengepung rumah Koster Hutahaean karena diduga memelihara begu ganjang, Selasa (31/7) malam.

(Foto:Bram Situmorang)
MASSA: Polisi berusaha mengamankan ratusan warga yang mengepung rumah Koster Hutahaean karena diduga memelihara begu ganjang, Selasa (31/7) malam.

LAGUBOTI- Ratusan warga Desa Sitolu Ama, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir nyaris menganiaya Koster Hutahaean (60) dan keluarganya, Selasa (31/7) sekira pukul 23.30 Wib karena digosipkan memiliki ilmu santet (Begu Ganjang). Sebahagian warga yang mendatangi rumah Koster datang dengan membawa senjata tajam dan pentungan.

Banyaknya warga yang mendatangi rumah Koster diduga akibat tersulut isu yang merebak bahwa kejadian-kejadian aneh yang terjadi selama ini merupakan ulah keluarga Koster. Selain itu, kematian mendadak sejumlah warga di desa itu juga diduga akibat ilmu santet yang dimiliki Koster.

Tidak sampai disitu, sejumlah warga yang menderita pelbagai penyakit, juga digosipkan akibat ilmu santet. Entah siapa yang memulai isu tersebut dan mengalamatkan tuduhan kepada Rosita br Simangunsong (58), istri Koster, hingga kini belum diketahui.

Kedatangan ratusan warga rupanya langsung tercium aparat keamanan dari Polsek Laguboti dan Polres Tobasa. Meski demikian, lemparan batu ke atap rumah Koster masih tetap terjadi malam itu. Sehingga, untuk mengantisipasi terjadinya korban jiwa, polisi langsung mengawal rumah Koster dari amukan massa yang sudah mulai beringas.

Kasat Reskrim AKP Robert Sembiring, Kasat Intel AKP Adikesuma bersama Kapolsek Laguboti AKP P Simatupang, yang berada di lokasi kejadian langsung memberikan arahan kepada massa agar tidak melakukan tindakan anarkis dan meminta agar segera membubarkan diri. Namun hingga berselang 2 jam kemudian, justru warga semakin banyak yang datang ke lokasi.

Akibat banyaknya warga yang berdatangan, ruas Jalinsum (jalan lintas sumatera) pun semakin padat. Sehingga kendaraan sempat terganggu. Melihat situasi yang semakin memanas, puluhan aparat kepolisian langsung memasuki halaman rumah Koster dan meminta Koster dan keluarga yang mengurung diri di dalam agar membuka pintu rumah untuk diamankan polisi.

Saat itu, aparat kepolisian mengawal ketat pergerakan massa dan tidak membiarkan satu warga pun memasuki halaman rumah Koster. Setelah Koster membuka pintu rumah, Kasat Reskrim Polres Tobasa AKP Robert Sembiring sempat berbicara sejenak.

Berselang beberapa menit kemudian, dengan gerakan cepat, Koster bersama dua anak serta satu cucu dan isterinya langsung dimasukkan ke mobil patroli polisi guna diamankan ke Mapolres Tobasa. Melihat Koster dan seluruh keluarga telah diamankan ke mobil patroli, warga tampak tidak melakukan apa-apa. Selanjutnya, setelah mobil patroli berlalu, massa dengan tenang membubarkan diri.

Robert Sembiring yang ditemui METRO, Rabu (1/8) menjelaskan, Koster bersama keluarganya dibawa ke Mapolres untuk menghindari amukan massa yang tampak semakin tak terkendali.  Sementara Koster Hutahaean sendiri kepada METRO mengaku, dia bersama keluarganya sangat trauma atas kejadian tersebut.

”Saya sangat trauma, entah siapa yang menyebarkan isu ini kepada kami. Padahal saya sudah 20 tahun lebih tinggal di desa itu,” ujar Koster.  Sementara istrinya Rosita, juga mengaku tidak mengerti apa yang dituduhkan warga terhadap dirinya. Karena menurutnya, setiap hari dia sibuk dengan  pekerjaannya berjualan di pekan.

Sebelumnya, seorang warga yang enggan namanya disebutkan mengatakan, bahwa tuduhan warga kepada Rosita bukan tidak beralasan. Menurut warga tersebut, beberapa orang warga di Desa Sitolu Ama sering menyaksikan Rosita keluar malam dengan tindakan aneh-aneh. ”Bahkan pernah terlihat berjalan di kegelapan dengan hanya pakai celana dalam saja,” sebutnya.

Selain itu, sambungnya lagi, di Desa Sitolu Ama juga sering terjadi kematian warga secara beruntun dan mendadak. Sehingga warga menduga Rosita memelihara Begu Ganjang. (bram/hsl)

MSOnline: Tapanuli - Bona Pasogit
Share on: Google Plus
  • Binoto

    Ohhhhhhh,halak kita jaman sudah maju tapi masih percaya sama mistik pantaslah tidak bisa berkembang.

  • or pick

    pantas saja tetap kolot