Energi Untuk Membangun Bangsa
Di sekolah yang kami kelola yaitu SMA Negeri 2 Kota Serang, kami mencoba menerapkan metode penyadaran dan cerdas emosional dan spiritual terhadap pendidik/guru dan siswanya. Sekolah kami menetapkan bahwa sekolah ini sebagai sekolah berbasis karakter. Hasilnya pendidikan karakter dapat berjalan dengan baik dan konsisten, melalui beberapa program yang dikembangkan di sekolah.
Deni Arif Hidayat, S.Pd, M.Pd
Program yang kami kembangkan adalah pertama, pembiasaan. Program pembiasaan dilaksanakan setiap Rabu dan Kamis oleh semua guru dan siswa dari jam 07.15 sampai dengan 08.15 dengan acara tausiyah dan pembacaan Al-Asmaul Husna. Tujuan kegiatan ini yaitu pemahaman tentang diri dan ketuhanan, hilangkan persepsi bahwa diri ini hidup untuk selamanya dan kematian akan datang tanpa diduga, persiapkan diri untuk menghadapi sang ilahi Robbi.
Kedua, trainning spiritual. Kami sering menyelenggarakan trainning spiritual yang tujuannya membentuk pribadi pendidik yang baik yang memiliki karakter 7 Budi Utama yang diajarkan dalam salat yaitu jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerja sama, adil, dan peduli.
Melalui kegiatan ini setiap guru dilatih untuk memiliki keyakinan bahwa setiap pekerjaan yang dilaksanakan dengan hati ikhlas akan membuahkan hasil yang tidak ternilai (pahala) di hadapan Allah SWT. Bahwa Allah SWT akan memberikan rezeki yang melimpah ruah kepada hambanya yang beramal sholeh, rezki Allah itu luas bukan hanya berbentuk uang saja, tapi bisa dalam bentuk yang lain yang tidak disangka-sangka, maka bekerjalah karena Allah SWT. Kehidupan manusia bukan hanya di dunia tapi akan menghadapi kehidupan akhirat melalui proses kematian, siapkan amal untuk kehidupan akhirat.
Ketiga, membangun sense of belonging. Sikap acuh tak acuh berawal dari rasa tidak memiliki yaitu anak didik adalah orang lain, sekolah adalah tanggung jawab kepala sekolah, sesama guru adalah sahabat ketika di sekolah. Sence of belonging dibangun melalui kegiatan home visit, yaitu guru mengunjungi anak didiknya yang mengalami kesulitan dalam proses belajar, melalui pendekatan personal sehingga siswa merasa tidak sendiri dalam menghadapi masalahnya. Guru yang berkunjung pun akan lebih memahami siswa setelah mengetahui permasalahan yang dihadapi siswa lebih dalam dengan mengetahui kondisi lingkungan siswa.
Lalu ada kegiatan kelas pembinaan dan motivasi. Latar belakang dari kelas pembinaan dan motivasi yaitu bahwa masa ramaja adalah masa yang rentan untuk terlibat pada hal-hal yang bersikap negatif. Oleh karenanya diperlukan bimbingan dalam kegiatan dan aktifitas kesehariannya, sehingga remaja dapat melewati masa remajanya dengan baik. Terhadap remaja yang telah melakukan kesalahan juga perlu kehati-hatian dalam penanganannya sehingga remaja tidak merasa dihukum yang menyakitkan menurut mereka, sehingga remaja tidak akan berontak dan berbalik menyerang atau bahkan terlibat pada kesalahan yang lebih jauh lagi. Semakin beratnya tantangan bagi remaja sekarang ini berimbas pada tingkat kehadirannya pada pendidikannya atau disekolah, sehingga tugas guru atau pendidik menjadi lebih berat lagi. Guru atau tenaga pendidik dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam membimbing siswa yang sedang menghadapi masalah.
Program kelas pembinaan dan motivasi memiliki tujuan yang ingin dicapai yaitu menanamkan rasa tanggung jawab remaja atau siswa terhadap diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Terhadap diri sendiri, remaja atau siswa agar selalu ingat bahwa masa depannya tergantung dirinya sendiri bukan tergantung pada siapapun. Terhadap keluarganya, remaja atau siswa dituntut untuk mampu menjaga nama baik, harkat dan martabat keluarga dan diberikan keyakinan bahwa keluarganya menunggu kesuksesan remaja itu sendiri dan keluarga tidak mau menyaksikan kehancuran anggota keluarganya. Terhadap masyarakat, remaja atau siswa diajarkan bahwa manusia adalah makhluk sosial artinya manusia tidak bisa hidup sendiri atau saling membutuhkan satu dengan lainnya, jadi remaja atau siswa harus mampu saling menghargai dan mampu bekerjasama dengan yang lain dan mampu bekerja sama saling menguntungkan bagi keduanya.
Membimbing remaja atau siswa dalam kegiatan atau aktivitas kesehariannya terutama pada saat libur sekolah, sehingga remaja atau siswa senantiasa berpikir untuk mengisi waktu luangnya dengan kegiatan yang bermanfaat dan diharapkan remaja atau siswa menjadi generasi yang kreatif dan innovatif. Meningkatkan rasa spiritual yang istiqomah dalam kehidupan siswa atau remaja sehingga terwujud generasi yang beriman dan berimtak.
Menanamkan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari, kebanyakan remaja atau siswa yang salah dalam bertindak atau mengambil sikap adalah remaja atau siswa yang tidak konsisten dalam menerapkan aturan atau norma-norma yang berlaku dalam kesehariannya atau tidak disiplin, contoh: siswa tidak akan terlambat masuk sekolah apabila terbiasa bangun subuh untuk melaksanakan sholat subuh.
Total Action
Penanganan siswa bermasalah sering jadi fenomena yang menarik bagi sebagian pendidik, tapi ada juga sebagian pendidik mengambil jalan pintas tidak mau dibuat ruwet oleh sebagian kecil anak didiknya, yaitu dengan mengeluarkannya dari kelompok belajarnya.
Seperti yang kita yakini bersama yaitu setiap anak dilahirkan dalam kondisi yang fitri/suci tanpa cela. Dari kecil sampai dewasa mereka merekam dan meniru semua peristiwa yang terjadi dan dari proses belajar mereka mendapatkan pengetahuan yang menyeimbangkan proses meniru dengan kelayakan dan kepatutan, itulah pendidikan.
Dunia pendidikan sekarang semakin komplek permasalahannya, dengan berkembangnya dunia informasi dan teknologi. Permasalahan siswa pun semakin berkembang dengan cepatnya perkembangan informasi dan teknologi, hal inipun diperkuat lagi dengan semakin kritisnya cara mereka berpikir. Oleh karenanya para pendidik dituntut untuk lebih mengembangkan lagi teknik dan metode mendidiknya.
Bimbingan dan konseling sebagai sebuah profesi pun dituntut untuk berjalan dinamis dengan semakin kompleknya permasalahan siswa sekarang ini, salah satu upayanya yaitu melakukan inovasi-inovasi metode penanganan dalam membantu siswa bermasalah.
Kelas konseling total action lahir sebagai inovasi pengembangan metode penanganan siswa bermasalah. Program ini dilahirkan sebagai upaya untuk membantu siswa dan sekolah agar terjalin hubungan yang harmonis, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dinamis dan harmonis.
Pada diri setiap anak atau siswa bermasalah jauh di dalam hatinya ada keinginan ingin hidup baik tanpa berbuat salah, merekapun ingin berubah dan ingin bisa dibanggakan oleh temannya, keluarganya dan lingkungannya, tapi kebanyakan dari mereka selalu bertanya, bagaimana caranya? Mulainya dari mana? Apanya yang diubah? Minta bantuan kepada siapa? Dan akhirnya mereka mengatakan “entahlah!”
Kunjungan Empati
Kegiatan ini merupakan kegiatan yang bersifat sosial, dan dilaksanakan seara rutin, yang melibatkan siswa dan guru. Kunjungan empati meliputi kunjungan ke panti sosial, panti jompo, korban bencana, pusat rehabilitasi anak, dan rumah singgah. Kegiatan pembelajaran di SMA Negeri 2 Kota Serang berjalan dengan baik dengan didasari oleh rasa sence of belonging dari guru terhadap siswa-siswinya, sehingga dalam pembelajaran itu rasa yang timbul adalah antara anak dan orangtuanya. (**)
Penulis adalah Kepala SMAN 2 Kota Serang







