Honorer Dinas Pendikan Meregang Nyawa

Kamis, 2 Agustus, 2012 | 0 Komentar
Share on: Google Plus

Disenggol Mobil, Kepala Terbentur Aspal

(Foto: Dev) OLAH TKP- Polisi melakukan olah TKP kecelakaan di Jalan Sangnaualauh Kota Siantar. Akibat kejadian, honorer Dinas Pendidikan Siantar tewas di tempat, Rabu (1/8).

(Foto: Dev)
OLAH TKP- Polisi melakukan olah TKP kecelakaan di Jalan Sangnaualauh Kota Siantar. Akibat kejadian, honorer Dinas Pendidikan Siantar tewas di tempat, Rabu (1/8).

SIANTAR- Marudut Nopril Boy Siringoringo (28), honorer di Dinas Pendidikan Kota Siantar, tewas di tempat kepalanya terbentur aspal. Peristiwa terjadi kala Suzuki Shogun BK 3638 WN yang dikendarai korban disenggol mobil dari arah belakang, Rabu (1/8) pukul 00.30 WIB, di Jalan Sangnaualuh Keluarhan Siopat Suhu, Siantar Timur.

Informasi dihimpun, awalnya korban yang tinggal di Siantar Estate, Kecamatan Siantar, Simalungun ini datang dari arah kota menuju Jalan Asahan. Saat di lokasi, dari belakangnya datang satu unit mobil yang masih diselidiki identitasnya. Diduga kurang hari-hati, pengemudi mobil menyenggol sepedamotor korban. Akibatnya, korban terpental jauh ke depan. Semetara mobil itu langsung melarikan diri tanpa melakukan pertolongan.

Warga yang mendengar suara benturan keras langsung keluar rumah. Begitu dilihat, korban sudah terkapar tidak bergerak di lokasi. Dari kepala dan kakinya tampak mengeluarkan darah segar. Bahkan karena kerasnya benturan itu, helm korban tercampak hingga 7 meter. Termasuk sepedamotor korban mengalami ringsek berat. Personil Unit Laka Satlantas Polres Siantar yang mengetahui kejadian, langsung turun ke lokasi.

Namun saat dievakuasi, korban sudah tidak bernyawa. Jenazah pun dibawa ke Instalasi Jenazah dan Kedokteran Forensik RSUD dr Djasamen Saragih guna keperluan visum. Rekan sekantor dan kelarga korban yang mengetahui kejadian, ikut meramaikan instalasi jenazah. Beberapa dari mereka tampak terkulai lemas. Terlebih keluarga korban yang langsung histeris begitu melihat jenazah.

Menurut kerabat korban bernama Roy, sudah sekitar satu minggu belakangan korban tidak masuk kantor. “Kami nggak tahu kenapa dia (korban, red) tidak masuk kantor. Kalau ditanya, dia tidak mau cerita. Korban ini orangnya tertutup dan jarang bercerita jika ada masalah,” sebut Roy saat melayat di kediaman korban.

Ditambahkannya, korban juga dikenal tidak gampang marah “Dia kan sering ikut patroli sekolah. Kami lihat dia jarang marah sama anak sekolah yang terjaring razia,” tambahnya. Semetara keluarga korban bermarga Sinaga menceritakan, selama ini lajang ini selalu pulang ke rumah. Namun soal tidak masuk kerja, Sinaga mengaku tidak mengetahui alasannya.

“Korban anak ke dua dari tiga bersaudara. Rencananya ia akan dimakamkan, Sabtu mendatang. Sebab keluarganya masih menunggu saudara dari luar kota,” ujar Sinaga. Kanit Laka Satlantas Polres Pematangsiantar Iptu Sugeng, membenarkan adanya kecelakaan tersebut. “Identitas mobil masih kita selidiki,” tegas Sugeng. (pra/hez)

MSOnline: Crime Corner
Share on: Google Plus