Seminar Sehari IBI Simalungun Bidan Harus Miliki Kompetensi

Rabu, 1 Agustus, 2012 | 0 Komentar
Share on: Google Plus
[FOTO: EKO] BERFOTO: Emmi Manik, Presty Sujana, Dahlan Siburian,Dra Sitta Wardani Singih, Herlina Purba Mkes, Marice Simarmata Mkes, Donaris Sinaga foto bersama usai seminar IBI Kabupaten Simalungun.

[FOTO: EKO]
BERFOTO: Emmi Manik, Presty Sujana, Dahlan Siburian,Dra Sitta Wardani Singih, Herlina Purba Mkes, Marice Simarmata Mkes, Donaris Sinaga foto bersama usai seminar IBI Kabupaten Simalungun.

SIANTAR- Dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat, bidan harus siap dari dalam dan luar, serta  memiliki kompetensi bidan dalam melaksanakan tugasnya.  Demikian sambutan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak Dra Sitta Wardani Singgih dalam seminar sehari IBI yang digelar  di gedung Sing A Song Jalan Asahan, Sabtu kemarin. “Bidan juga dapat menjadi role model atau sebagai panutan dalam hal penampilan dan sikap sebagaimana peran yang dibutuhkan untuk melaksanakan praktik-praktik  sesuai dengan prinsip-prinsip service excellence,” tuturnya.

Kemudian untuk kedepan, katanya, agar ada kecintaan para anggota terhadap organisasi IBI. “Harapan kami, seminar ini dapat dilakukan secara berkesinambungan, seperti setiap tahun atau lebih baik lagi digelar per-semester,” tuturnya. Sedangkan, Ketua IBI Herlina Purba MKes menambahkan dengan adanya acara seminar ini diharapkan IBI dapat menjadikan sebagai wadah untuk saling bertukar pikiran, pengalaman dan informasi terbaru seputar kebidanan.

“Semoga dapat juga menjadi wadah kerja sama tim yang baik dalam mengurangi angka kematian ibu dan dan anak untuk mencapai MDG’s 2015,” katanya. Disebutkan, semua anggota IBI konsistensi untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak.  Sukses IBI, sukses bidan, sukses pelayanan kepada masyarakat menuju pencapaian MDGs.

Dalam kesempatan itu, dr Eka Samuel Hutasoit SpOG mengharapkan  cepat, tanggap terhadap pasien darurat, terlambat mengambil keputusan untul menentukan dianosa, terlambat sampai tujuan karena  cukup jauh, sehingga terlambat mendapat pelayanan. “Ketiga masalah ini harus dapat kita tuntaskan bersama untuk dapat mencapai MDG’s 2015,” terangnya.

Mars IBI dalam syair menyebutkan jiwa dan raga tanpa tanda jasa. Hal tersebut disebut wabup menjadi renungan. Bahkan bisa disadari bidan bekerja baik siang dan malam  meluangkan waktu untuk pelayanan kesehatan dan keselamatan masyarakat.”Kalaulah semua bidan di Kabupaten Simalungun seperti dalam syair itu, pastinya kita lebih gampang mencapai MDG’s 2015,” ujarnya. Seminar sehari aksi nyata bidan dalam mendukung pencapaian Millennium Development Goals (MDG’s) dalam Thema: “Peningkatan Performance (unjuk kerja, red) dan Kompetensi Bidan di Kabupaten Simalungun.”

Hadir dalam acara ini, Kementerian Pemberdayaan Wanita  Dra Sitta Wardani Singgih, Ketua IBI Herlina Purba Mkes, dr Eka Samuel Hutasoit SpOG dan seluruh bidan se-Kabupaten Simalungun  dan PTT serta praktik swasta. (mag-4/nik)

MSOnline: Seremoni
Share on: Google Plus