Tabrakan Maut, 4 Tewas
BARUS - Dua sepedamotor bertabrakan di Jalan Barus-Sibolga, Km 12, Kelurahan Sosorgadong, Kecamatan Sosorgadong, Tapteng, Selasa (18/9) sekira pukul 13.30 WIB. Akibat lakalantas maut itu, empat orang tewas. Keempat korban tewas yakni, Alimudin Habeahan (46) yang berprofesi sebagai wartawan mingguan terbitan Medan, warga Kelurahan Sosorgadong, Jhon Piter Marbun (24) warga Dusun Kedai Tiga, Desa Kedai Gedang, Kecamatan Barus.
Lalu Sri Ayu Simanullang (17) siswi SMAN Sosorgadong warga Barambang, Sosorgadong, dan Rahmah (12) putri tiri Alimudin Habeahan. Sebelumnya, Rahmah siswi kelas VI SD Kedai Gedang tersebut sempat mendapat perawatan di RSU FL Tobing Sibolga, sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya sekira pukul 19.30 WIB.
Informasi dihimpun METRO di TKP, sesaat sebelum peristiwa naas itu, pengendera sepedamotor Honda Blade BB 4258 MM Alimudin Habeahan berboncengan dengan Rahmah datang dari arah Barus menuju rumahnya di Sosorgadong. Sedangkan pengendara sepedamotor APP KTM tanpa plat Jhon Piter Marbun berboncengan dengan Sri Ayu Simanullang datang dari arah Sibolga menuju rumahnya di Desa Barambang dengan kecepatan tinggi. Menurut beberapa sumber, saat itu Alimudin hendak pulang dari menjemput Rahmah dari sekolahnya di Barus.
Demikian juga dengan Jhon Piter, bermaksud hendak pulang dari menjemput Sri Ayu di sekolahnya SMAN Sosoragadong. Jhon sendiri bekerja dengan orangtua Sri Ayu. Saat melintas di lokasi kejadian, tepatnya di jalan yang agak bergelombang, Jhon Piter, pengendara sepedamotor APP KTM bermaksud hendak memotong sebuah mobil di depannya. Sementara dari arah berlawanan melintas Alimudin yang membonceng putrinya. Karena jalan agak bergelombang dan diduga tidak melihat ada kendaraan di depannya, sepedamotor yang ditunggangi Jhon bertabrakan dengan sepedamotor Alimudin. Kedua pengendara sepedamotor berikut yang duduk di boncengan masing-masing pun terpelanting ke aspal jalan.
Alimudin menderita luka di bagian kepala, tangan, kaki dan bahu, Sri Ayu Simanullang mengalami luka di bagian kepala belakang, Jhon Piter mengalami luka di kepala, sedangkan Rahmah mengalami luka di bagian tangan dan kaki kanan patah. Warga yang melihat kejadian tersebut, enggan segera memberikan pertolongan karena takut akan dijadikan saksi. Warga hanya menghubungi petugas lalulintas Polsek Barus. Karena jaraknya TKP dengan Polsek Barus cukup jauh atau sekitar 12 Km, sehingga pertolongan kepada korban agat terlambat.
Sekitar 40 menit kemudian, aparat kepolisian tiba di TKP. Namun sayang, tiga korban sudah meninggal dunia di TKP. Lalu ketiga jenazah korban dievakuasi ke RSUD Barus untuk divisum. Sedangkan Rahma yang masih kritis dilarikan ke RSU FL Tobing Sibolga untuk mendapat perawatan medis. Namun, sekitar empat jam mendapat perawatan di RSU FL Tobing, Rahma menghembuskan nafas terakhirnya.
Kapolsek Barus Iptu Ferymon didampingi Ka Pos Lalulintas Polsek Barus Aiptu Ngateni, membenarkan adanya lakalantas hingga mengakibatkan empat korban tewas. Diutarakan Ferymon, pihaknya telah melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan sejumlah warga yang mengetahui kejadian itu. “Iya, benar. Selasa (18/9) sekitar pukul 13.30 WIB telah tejadi laka lantas di Jalan Barus-Sibolga tepatnya di Km 12 yang mengakibatkan tiga orang tewas seketika di TKP, dan seorang lainnya meninggal dunia setelah mendapat perawatan,” kata Ferymon.
Disebutkannya, penyebab lakalantas tersebut karena kekurang hati-hatian pengendara dalam mengendarai sepedamotornya. Dijelaskan perwira dengan pangkat dua balok kuning di pundaknya itu, berdasarkan keterangan dari sejumlah warga yang sudah dimintai keterangan oleh pihaknya, pengendara sepedamotor APP KTM tanpa plat datang dari arah Sibolga menuju Desa Barambang dengan kecepatan tinggi. Kemudian memotong mobil yang ada di depannya.
“Karena jalan agak bergelombang, pengendara tersebut tidak melihat ada kendaraan di depannya sehingga langsung menabrak sepedamotor Honda Blade yang dikendarai Alimudin dan anaknya. Itulah dugaan sementara penyebab terjadinya kecelakaan itu. Namun untuk kepastian selanjutnya, kita masih akan melakukan penyelidikan. Sebagai barang bukti, kedua sepedamotor sudah kita amankan di Polsek Barus. Sedangkan penyebab kematian keempatnya karena diduga terbentur ke aspal,” ujarnya.
Kapolsek menambahkan, untuk kedepannya, pihaknya berharap warga yang mengetahui terjadinya kecelakaan lalu lintas agar secepatnya memberikan pertolongan medis dan tidak hanya menunggu datang petugas kepolisian. “Saya minta kepada masyarakat, seandainya ada kecelakaan lalulintas agar secepatnya memberikan pertolongan ke pihak medis terlebih dahulu agar korban dapat tertolong, kemudian baru menghubingi polisi. Karena saya yakin banyaknya korban meninggal akibat kecelakaan karena terlambatnya pertolongan medis,” pungkasnya. (mas)









