5 Kandidat Bupati Palas Diprediksi Bersaing Ketat

PALAS – Sebanyak  5 kandidat Bupati Padang Lawas (Palas), diperediksi akan bersaing ketat menuju kursi Palas 1 dalam Pilkada Palas 11 September 2013 mendatang. Kelima kandidat ini memiliki kekuatan politik dan daya tarik figur masing-masing.

Kelima kandidat tersebut antara lain  H Ali Sutan Harahap (TSO), yang merupakan Bupati Palas saat ini. Kemudian ada juga H Tondi Roni Tua S Sos, anak  tokoh pemekaran Kabupaten Palas H Fachruddin.

Selanjutnya H Rahmat P Hasibuan yang sebelumnya juga pada Pilkada lalu ikut mencalonkan diri sebagai balon Bupati Palas. Serta Sarmadhan Hasibuan yang saat ini menjabat Sekda Kota padangsidimpuan (Psp) dan terakhir Ir H Syahrin Daulay yang saat ini menjabat Kaban Bapppeda Provinsi Kalimantan Tengah.

Demikian prediksi dari penggiat pemerhati kebijakan politik lokal Haposan Hasibuan SH kepada METRO Kamis (3/1). Disebutkannya, kelima kandidat  tersebut tidak bisa dipungkiri memiliki kekuatan politik dan daya tarik figur masing-masing.

Hanya saja, hingga sejauh ini, pola-pola mencari simpati dan dukungan kepada masyarakat, masih belum ada yang melaksanakan pendekatan secara ilmiah dan akademis.

“Justru politiknya masih sistem pendekatan kekeluargaan kepada sanak saudara saja, belum mampu menembus kajian-kajian yang terangkum dalam visi-misi ketika mendekatai masyarakat,” terangnya.

Sejatinya, sebut Haposan, dengan kondisi Pilkada Palas yang sudah dekat, para kandidat ini harus terang-terangan, jangan dilakukan sembunyi-sembunyi. Sehingga tidak timbul kesan mereka  masih canggung dan tidak serius dalam mencalon. “Sehingga secara citra politik akan memperburuk reputasi dan elektabilitas para balon saja,” terangnya.

Jabal Siregal SH, aktivis Palas, juga menuturkan demikian, dimana saat ini sistem pendekatan politik para calon, masih menggunakan cara-cara lama, dengan tidak melakukan gebarakan baru yang mampu meningkatkan citra dan terbosan baru.

“Masuk media saja, para balonnya jarang. Gimana mau dipilih rakyat. Kalau takut kalah, janga coba-coba maju, harus jiwa petarunglah, kalau mau maju menuju Palas 1,” ucapnya.

Kelima  figur itu memang saat ini sedang populer di tengah-tengah masyarakat. Hanya saja popularitasnya belum mampu mencari simpatik masyarakat.

“Coba kita lihat dan dengarkan percakapan masyarakat, mereka tidak begitu tertarik untuk memastikan dukungan kepada para balon.  Masyarakat sudah pintar dan tidak mau dibodohi oleh para figur,” tukasnya. (amr)

Komentar