818 Honorer K-2 Masuk Daftar Nominatif

KISARAN – Sebanyak 818 tenaga honorer kategori II (K-2) di  Pemkab Asahan, sudah diusulkan untuk diangkat menjadi CPNS dan datanya sudah dimasukkan ke daftar nominative Badan Kepegawaian Nasional.

Kabid Pengadaan dan Mutasi Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Asahan Irwansyah Nasution SE, Rabu (27/3) menerangkan, 818 orang honerer itu 483 orang bertugas  sebagai guru, 70 orang di bidang kesehatan dan 264 bagian administrasi. Seluruh tenaga honorer K-2 yang telah diusulkan dan telah diverifikasi, sebelumnya telah tertampung dan tinggal menunggu arahan dan petunjuk pelaksana teknis dari pemerintah pusat.

Ditanya soal realisasi usulan Pemkab Asahan mengenai tenaga honorer itu, Nasution mengatakan, bawa dalam surat BKN Nomor:K.26-30.V.30.3. 03 tertanggal 19 Maret 2013 tentang pengumuman Daftar Nama Tenaga Honorer Kategori-2 yang telah diterima masing-masing daerah dan termasuk Asahan, tercatat seluruh usulan Pemkab Asahan mengenai tenaga honorer K-2 telah dimasukkan pada daftar nominatif BKN.

Disinggung tenaga honorer yang diusulakan dipastikan diangkat menjadi CPNS, Nasution menyebutkan hingga saat ini belum ada penjelasan. Sebab, belum ada petunjuk, bahkan tindak lanjut dari daftar nominatif itu masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.

Ditegaskannya, daftar nominatif tenaga honorer K-2 mengacu pada PP No.48 Tahun 2005 Jo PP No.43 Tahun 2007 dan Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN & RB) Nomor.5 Tahun 2010.

Untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut, maka para tenaga honorer K-2 di jajaran Pemkab Asahan dapat membuka website: www.bkd-asahan.org. Sebab informasi soal tenaga honorer K-2 ada disitus resmi Pemkab Asahan itu.

Sedang yang digolongkan dengan tenaga honorer K-2, adalah tenaga honorer yang penghasilannya dibiayai bukan dari Anggaran Pendapat Belanja Negara (APBN) atau bukan dari Anggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD) dengan kriteria diangkat oleh pejabat yang berwenang, bekerja diinstansi pemerintah,masa kerja maksimal 1 (satu) tahun pada 31 Desember 2005, dan sampai saat ini masih bekerja secara terus-menerus, berusia sekurang-kurangnya 19 tahun dan tidak boleh lebih dari 46 tahun per 1 Januari 2006.

Sebelumnya, beberapa warga baik tenaga guru, kesehatan dan administrasi kepada METRO menyatakan tidak mengetahui sejauh mana realisasi dari tenaga honorer K-2 yang bekerja di jajaran Pemkab Asahan. “Informasi soal tenaga honorer K-2 termasuk sangat sedikit, padahal kami yang merupakan tenaga honorer K-2 sangat membutuhkan informasi,” ujar Dewi yang bekerja sebagai guru. (van)