93 Santri Jabalul Madaniyah Diwisuda

[Foto: Budi Lubis]
Santri Ponpes Jabalul Madaniyah angkatan 38 berfoto bersama usai diwisuda.

TAPSEL – Minggu (19/5), Pondok Pesantren Jabalul Madaniyah Desa Sijungkang, Kecamatan Angkola Timur, mewisuda (menamatkan) 93 santri/santriwati angkatan ke 38. Dari jumlah itu, tingkat tsanawiyah sebanyak 65 orang dan aliyah berjumlah 28 orang.

Wisuda Ponpes Jabalul Madaniyah ini dihadiri Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu, Ketua DPRD Tapsel H Rahmat Nasution SSos, anggota DPRD Armansyah Nasution SH, mewakili Kementerian Agama Tapsel, Tokoh Masyarakat Sumatera Utara H Gus Irawan Pasaribu SE, Ketua Ikatan Alumni Ponpes Jabalul Madaniyah, serta jajaran kecamatan dan desa.

“Kedatangan kami para pemimpin daerah dalam acara wisuda Ponpes Jabalul Madaniyah  angkatan ke-38 untuk memotivasi anak didik angkatan selanjutnya, supaya menjadi santri Ponpes yang berkualitas, seperti Ponpes Darul Mursyid yang sekarang sudah ke tingkat nasional,” ujar Bupati.

Dia menambahkan, santri/santriwati yang diwisuda agar tetap semangat melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang yang lebih tinggi. “Gapailah cita setinggi-tingginya, walau apapun rintangan yang dihadapi,” jelas bupati lagi.

Dia mengatakan, anak didik angkatan 38 yang diwisuda harus terus belajar dengan baik, gapai cita-cita setinggi langit dan jangan berhenti sampai tingkat tsanawiyah dan aliyah saja.

“Untuk para orangtua santri dan santriwati, jangan pernah bosan untuk menyekolahkan anak. Karena pada kehidupan ke depan, sekolah adalah tuntutan yang sangat penting agar anak-anak sukses di masa mendatang,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan Anggota DPRD Tapsel Armansyah Nasution. Menurutnya, angkatan ke-38 Ponpes Jabalul Madaniyah jangan berhenti sampai tingkat tsanawiyah/aliyah saja. Ia berharap seluruh santri/santriwati diharapkan mampu bersaing di perguruan tinggi.

“Pilihlah jurusan yang sesuai dengan pendidikan santri/santriwati yang sekarang ini, yaitu di bidang agama. Pendidikan agama merupakan induk dari segala mata pelajaran di bidang pendidikan.

Untuk itu, santri/santriwati angkatan ke-38 aliyah diharapkan melanjutkan ke perguruan tinggi yang masih berkaitan dengan agama. Itu supaya pendidikan yang dilalui berkelanjutan atau ada hubungan antara pendidikan yang didalami dengan yang akan dilanjutkan,” jelasnya.

Sementara Gus Irawan Pasaribu menambahkan, mudah-mudahan santri/santriwati mampu mempelajari bidang pendidikan agama Islam secara mendalam. “Selamat kesemua anak didik yang wisuda tsanawiyah/aliyah hari ini, mudah-mudahan anak didik semua sukses dikemudian hari,” ungkapnya. (mag-02)

Komentar