article thumbnai Bersaksi di Pengadilan
Kamis, 23 Februari 2012

Keterangan Andi Malarangeng Berubah-ubah JAKARTA- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng berubah-ubah memberikan keterangan saat menjawab beberapa pertanyaan...

GP Ansor Minta Kadissosnaker Dicopot Cetak E-mail
Rabu, 10 Agustus 2011
PALAS-Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Palas meminta Bupati Palas menjcopot Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja (Kadissosnaker) Palas dari jabatannya.
Alasan GP Ansor mendesak hak tersebut, karena mereka menilai, yang bersangkutan tidak mampu menyelesaikan berbagai persoalan di Kabupaten Palas seperti masalah tenaga kerja dan kesejahteraan buruh yang sering di PHK oleh pihak perusahaan secara sewenang-wenang. Persoalan itu tidak ada tindakan dari pihak Kadissosnaker.
“Persolan pekerja seks (PSK) di Palas juga dinilai Kadis Sosial tidak mampu membimbing mereka agar kembali ke jalan yang benar, melainkan hanya sebatas tindakan biasa saja, tanpa ada solusi konstruktif bagaimana agar PSK ke depan berkurang di Kabupaten Palas,” tegas Ketua GP Ansor Palas, Abdul Rahman Daulay didampingi Wakil Sekretaris, Haposan Hasibuan SH, Selasa (9/8) kemarin.
Kemudian lanjut keduanya, banyak persoalan dugaan korupsi di Dinsos yang belum terungkap termasuk bantuan terhadap madrasah-madrasah dan lainnya yang diduga ada fiktif, serta bantuan-bantuan lainnya yang disinyalir tidak tepat sasaran.
“Tidak itu saja, Kadis dinilai tidak mampu melanjutkan visi misi bupati dalam mewujudkan masyarakat yang beriman melalui menghidupkan pengajian di tempat madrasah-madrasah Diniyah di sejumlah pedesaan di Palas,” ucap keduanya.
Belum lagi sebut keduanya, persoalan–persoalan Tunjangan Hari Raya (THR), berapa jumlah konkrit buruh di Palas, jumlah perusahaan, gaji apakah sesuai UMK dan UMP.
Sedangkan Kadissosnaker Palas, Badarun Pasaribu menjawab pertanyaan wartawan dengan tersenyum tanpa beban. Bahkan dirinya mengaku tulus dan ikhlas membangun Palas.
“Saya bekerja dengan tulus, apalagi dituduh korupsi, hal itu tidak berdasar. Anggaran saja belum saya ambil,” ucap Kadis dengan tertawa.
Sedangkan untuk THR kata Kadis, pihaknya sedang mendata, dimana jumlah ada 40 perusahaan dan saat ini sedang menunggu Surat Edaran dari Gubsu tentang teknisnya. “Kita belum surati perusahaan masih menunggu Surat Edaran Gubsu,” ujarnya.
Ditanya apakah jumlah perusahaan tersebut cukup sedikit jika dibandingkan dengan banyaknya perusahaan baik yang bergerak di bidang perkebunan maupun jasa lainnya, Kadis mengatakan hal itu masih data lama.
“Itukan data lama kita masih terus nmendata sekarang,” tukasnya. (amr/mer)
 


Siantar

Headline Metro Siantar

Balap Liar Merajalela Masyarakat Ketakutan
article thumbnaiSIANTAR- Mulai menjamurnya balap liar di beberapa lokasi di Siantar kini menjadi ancaman bagi masyarakat. Mereka mengaku takut melintas di lokasi-lokasi yang kerap dijadikan remaja sebagai tempat...

Asahan

Headline Metro Asahan

Anak Buah OK Arya Dituntut 13 Tahun Penjara
article thumbnailJAKARTA-Anak buah Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain yakni mantan Kadis Pendapatan Yous Rake  dituntut 13 tahun penjara dan denda Rp6 miliar oleh Jaksa Penuntutu Umum Kejaksaan Agung saat sidang...

Tapanuli

Headline Metro Tapanuli

Limbad Pukau Puluhan Ribuan Warga
article thumbnailMakan Paku, Tikam Tubuh, Hipnotis Bocah PANDAN- Puluhan ribuan warga Kota Sibolga dan Kabupaten Tapteng, Senin (20/2) malam berjubel memadati Pantai Kahona, Pandan, Tapteng untuk menyaksikan atraksi...

Tabagsel

Headline Metro Tabagsel

Dor! Perampok Emas Rp1 Miliar Roboh
article thumbnail Senjata Api Rakitan dan Lima Peluru Diamankan PALUTA- Sedikitnya lima polisi terlibat kejar-kejaran dengan tiga perampok emas senilai Rp1 miliar, di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Pasar...