Penjaga Kebun Dibacok 4 Perampok Cetak E-mail
Sabtu, 28 Januari 2012
ASAHAN-Empat anggota kawanan perampok bersenjata tajam (golok) melukai Syaiful Basri (21), penjaga kebun kelapa sawit milik H Setu, Selasa (24/1) sekira pukul 22.00 WIB. Perkebunan tersebut berada di Desa Ujung Kubu, Tanjung Tiram, Batubara. Selain membacok pipi korban, pelaku juga menggasak handphone dan dompet.
Informasi dari kepolisian, perampokan terjadi ketika Syaiful dan dua rekannya menjaga buah sawit yang baru dipanen dan belum sempat diangkut. Saat asyik mengobrol, mereka didatangi empat pria yang tidak kenal. Keempat pria itu langsung mengancam, sembari meminta korban dan rekannya menyerahkan barang berharga.
Diancam, dua rekan yaiful langsung kabur. Namun Syaiful tidak sempat melarikan diri. Ia pun dibacok oleh seorang pelaku, mengenai pipi kanan.
Korban yang kesakitan tidak bisa berbuat banyak ketika para pelaku mengambil handphone dan dompet dari kantungnya. Setelah itu, para pelaku meninggalkan korban.
Pemilik kebun H Setu kepada MERO menceritakan, malam itu sekitar pukul 22.00 WIB dia mendapatkan telepon. Di telepon, korban mengaku menjadi korban pembacokan yang dilakukan empat pria tidak dikenal.
“Wak, aku dibacok maling,” kata Setu menirukan laporan Syaiful melalui telepon.
Setu yang mendengar kabar dari korban yang juga keponakkannya, langsung panik. Ia mengajak beberapa keluarga lainnya berangkat ke lokasi kebun, sekira 40 kilometer dari rumahnya, di Dusun VIII Desa Pondok Bungur.
Di lokasi, mereka langsung mengevakuasi korban ke klinik terdekat. “Syaiful mendapatkan empat jahitan. Dia tidak dirawat inap,” katanya.
Menurut Syaiful kepada Setuada kemungkinan empat pelaku yang membawa golok awalnya berniat mencuri buah kelapa sawit.
“Mungkin pelaku hendak mencuri buah sawit, karena selama ini sawit sering hilang,” ujarnya sembari menuturkan, pihaknya telah melaporkan peristiwa itu ke Polres Asahan, Kamis (26/1).
Kasubbag Humas Polres Asahan AKP R Berutu membenarkan pihaknya menerima laporan warga yang menjadi korban perampokan disertai pembacokan.
“Kasusnya sudah ditangani dan sedang dalam penyelidikan,” katanya. (sus/spy)