Eliakim Pergi ke Penang? Cetak E-mail
Sabtu, 28 Januari 2012
SIANTAR–Staf khusus Walikota Siantar Eliakim Simanjuntak disebut-sebut pergi ke Penang, Malaysia. Terdakwa kasus judi jenis leng tersebut pergi ke Penang untuk berobat. Padahal, statusnya masih tahanan kota.
Informasi berangkatnya Eliakim mulai beredar sejak Kamis sore (26/1). Hanya saja saat di cek di Pengadilan Negeri Siantar, Jumat (27/1) soal izin keberangkatan, hakim mengaku tak ada memberi izin dan belum permohonan dari terdakwa.
Humas PN Siantar Ulina Marbun mengaku tidak mengetahui terkait isu keberangkatan Eliakim ke Penang. “Saya tidak tahu Eliakim berangkat ke Penang. Sampai saat ini surat izin atau pun pemberitahuan keberangkatannya tidak ada,” ujarnya.
Dia mengatakan, terdakwa lain Ronal Tampubolon beberapa waktu lalu berangkat kunjungan kerja (kunjer) ke Bali sebagai anggota DPRD, dia terlebih dahulu meminta surat izin keberangkatan. Seharusnya, jika Eliakim berangkat untuk berobat, pihaknya harus menyampaikan surat pemberitahuan atau meminta izin.
“Status terdakwa itu kan tahanan kota. Jika dia mau berangkat harus ada izin atau pemberitahuan. Namun sampai sore ini, belum ada surat masuk pada saya. Sehingga kita tidak tahu ada isu Eliakim berangkat ke Penang,” sebutnya.
Menurut Ulina Marbun menambahkan, jika memang Eliakim terbukti pergi keluar negeri, itu akan menjadi pertimbangan bagi hakim untuk menjatuhkan hukuman pada siding berikutnya. “Sebelum Eliakim ditangguhkan menjadi tahanan kota, sudah pernah disampaikan harus bersifat kooperatif. Namun jika terdakwa tidak kooperatif, itu akan menjadi pertimbangan bagi hakim untuk menjatuhkan hukuman,” sebutnya
Rumah Tertutup
Sementara itu, kediaman Eliakim Simanjuntak di Jalan Siatas Barita Gang Tauge, Kelurahan Tomuan, kemarin sore tampak sepi. Mobil Toyota Rush plat BL 1010 VU miliknya parkir di teras rumahnya. Di rumah bercat hijau dan putih tersebut sama sekali tidak tampak aktivitas. Pintu, jendela dan gerbang berwarna coklat juga tampak terkunci rapat.
Sekitar pukul 16.25 WIB, saat METRO mencoba memanggil pemilik rumah tersebut, tak seorang pun yang menjawabnya. Namun, yang terlihat di rumah itu hanya tiga ekor anjing milik Eliakim yang langsung menggong-gong.
Selanjutnya, saat METRO menanyakan kepada tetangga Eliakim tentang keberadaannya, tetangganya Boru Simanjuntak mengaku sejak pagi tidak melihat Eliakim. “Cari siapa Dek! Kalau orang itu sejak tadi pagi nggak ada di rumah. Percuma kalau dipanggil, bakalan tidak ada yang menyahut. Lagian untuk apa mencari orang tersebut,” ujar wanita yang saat itu mengenakan kaos putih.
Wanita itu mengatakan, lingkungan rumah itu setiap hari selalu tampak sepi. “Semua di sini pekerja, jadi tidak begitu tahu aktivitas warga sekitar. Tapi kalau informasi Eliakim berangkat ke Penang tidak ada yang tahu. Keluarganya semua sedang tidak ada di rumah,” katanya.
Sementara sekitar pukul 17.45 WIB, saat METRO kembali datang untuk mengecek dan mengambil foto kediaman Eliakim, salah seorang tetangga Eliakim datang. Ia sempat marah, sebab METRO mengabadikan lokasi kediaman Eliakiam dengan kamera.
“Ngapain kau ambil-ambil foto rumahnya. Nggak di situnya orang itu. Walaupun kau disuruh dari kantormu, tapi kenapa kau ambil fotonya. Padahal nggak di situ orangnya. Saya nggak tahu dia pergi ke Penang, tapi aku datang karena kulihatnya kalian ambil foto lokasi rumahnya,” ujar orang tersebut.
Sementara itu, beberapa kali dihubungi, nomor ponsel yang setiap hari dipakai Eliakim Simanjuntak, tidak aktif. Beberapa kerabat juga tidak mengetahui Eliakim berada di mana saat ini.
Sebelumnya, sidang Eliakim Cs yang harusnya digelar Kamis (26/1) kemarin, ditunda karena orangtua Ketua Majelis Hakim Usaha Ginting meninggal dunia.
Akan tetapi, meski ditunda, hari itu juga Eliakim Cs tidak berada di Pengadilan Negeri Siantar untuk mengikuti sidang. Untuk sidang selanjutnya, pihak pengadilan menjadwalkan, Kamis (2/2) mendatang.
Kasus Eliakin Cs sejak awal tetap mengundang perhatian masyarakat, termasuk persidangannya yang terkesan berlama-lama. Kamis (19/) lalu, siding ditunda karena salah seorang terdakwa, Jonter Simbolon, mengaku sesak jantungnya setiap kali membaca dakwaan. Akibatnya, mereka meminta sidang diundur satu minggu untuk mempersiapkan kembali pembelaan secara khusus.
Bukan hanya Jonner, terdakwa lain juga meminta siding ditunda dengan berbagai alasan.
Eliakim Simanjuntak sendiri meminta siding ditunda karena pembelaannya belum selesai. “Saya juga minta diberikan waktu satu minggu lagi majelis hakim. Nota pembelaan saya juga masih belum selesai. Saya yakin minggu depan pembelaan saya pasti sudah siap,” ujarnya.
Kemudian majelis hakim pun menerima permintan mereka dan mengatakan bahwa permintaan itu jangan ada kesan ditunda-tunda. “Jangan ada kesan ditunda-tunda. Tapi ini memang belum selesai. Kami memberikan kesempatan satu minggu lagi dan kiranya waktu itu dimanfaatkan,” terangnya. (mua)