Barongsai Hibur Warga Cetak E-mail
Sabtu, 28 Januari 2012
SIBOLGA- Meski perayaan tahun baru Imlek sudah berlalu beberapa hari lalu, namun atraksi hiburan barongsai masih saja ada hingga kini di Kota Sibolga. Tarian barongsai itu dimainkan puluhan pelajar Perguruan Tri Ratna Sibolga yang tergabung dalam Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Sibolga.
(foto: ridwan)
BARONGSAI: Para pemain barongsai saat melakukan atraksi mengambil angpao di Jalan Ahmad Yani Sibolga, Jumat (27/1).
Bengawan Halim selaku Ketua PSMTI didampingi sekretarisnya Mestika Nauli dan pengurus lainnya diantaranya Maruli, Cang Sang Tak dan pelatih barongsai Edi alias Peng Hu kepada METRO mengatakan, barongsai merupakan kesenian yang tidak dapat dipisahkan bagi warga keturunan Tionghoa.
“Perayaan Imlek identik dengan atraksi barongsai yang oleh sebagian warga Tionghoa dipercaya sebagai pembawa berkah dan pengusir roh jahat. Sehingga dalam tahun baru China 2563 ini, PSMTI mencoba menghibur masyarakat Sibolga dengan atraksi barongsai dan dilakukan dengan berkeliling kota,” terang Bengawan.
Ia mengatakan kegiatan ini merupakan rutinitas dalam rangkaian tahun baru Imlek, namun bukan hanya sebagai hiburan semata bagi warga Tionghoa.
“Kegiatan hiburan barongsai ini tidak hanya sebagai lambang hiburan dari warga Tionghoa, tapi juga bisa menyedot perhatian dan menjadi hiburan kebudayaan bagi warga lainnya di Sibolga,” katanya lantas mengatakan suguhan khas dalam rangka tahun baru Imlek itu dilengkapi dengan empat barongsai. Dua berwarna merah, satu berwarna biru dan satu lagi berwarna kuning.
Atraksi barongsai, kata dia, digelar untuk memanjakan masyarakat Sibolga yang jarang mendapat hiburan seperti itu, sekaligus juga sebagai bentuk penghormatan kepada umat yang merayakan Imlek.
“Kita berharap Imlek kali ini akan membawa berkah bagi semua umat yang merayakannya,” tandas Bengawan.
M Simamora (30), salah seorang warga yang ikut menyaksikan pertunjukan barongsai yang ditampilkan PSMTI, mengaku terhibur dengan pertunjukan yang dilakukan para pelajar Tri Ratna itu.
“Memang pertunjukan barongsai ini unik dan lucu, dan semua pemainnya sudah terlatih khusus. Sebab permainan barongsai ini menuntut kelincahan dan ketangkasan pemainnya. Tak heran, gerakan atraktif dan dinamis barongsai ini mampu menyita perhatian, tidak hanya keturunan Tionghoa tapi juga digemari oleh warga non Tionghoa,” ungkapnya.
Amatan METRO, atraksi barongsai ini sempat memacetkan jalanan, karena sepanjang jalan, warga yang penasaran terlihat berjejer di pinggir jalan. Liukan penari singa menarik perhatian warga sekitar untuk melihat dan memberi angpao kepada pemain barongsai. Bahkan, barongsai pun mampir dari rumah ke rumah untuk menyampaikan ucapan selamat tahun baru dan warga yang didatangi barongsai memberikan uang (angpao) yang menurut warga setempat, Lili, sebagai simbol rasa syukur kepada Sang Pencipta. (tob)