Ketua BKAD Lantik Pengurus Kecamatan Cetak E-mail
Sabtu, 28 Januari 2012
Jagalah Gereja dengan Baik
Pengurus Badan Kerukunan Antar Gereja (BKAG) Kecamatan se Tapteng, Kamis (26/1) kemarin dilantik Ketua BKAG Tapteng, Pdt ABG Hutagalung S Th di Aula Kantor Bupati Tapteng.
Pelantikan tersebut disaksikan Bupati Tapteng, Raja Bonaran Situmeang SH M Hum Wabup, dan wakilnya H Syukran J Tanjung, Ketua MUI H Ngadiman KS, Ketua Forum Lintas Agama Peduli Tapteng (FORLIPTA) Drs H Syafwanuddin Cane M Pd, dan pimpinan pimpinan SKPD.
Ketua BKAG Tapteng, Pdt ABG Hutagalung S Th dalam sambutannya usai melantik seluruh pengurus mengatakan kepengurusan BKAG kecamatan yang baru dilantik merupakan ujung tombak BKAG didaerah-daerah untuk melakukan pembinaan di setiap gereja demi meningkatkan keimanan masyarakat. Oleh karena itu, BKAG Tapteng meminta kepada seluruh pengurus untuk bertugas dengan sungguh-sungguh untuk menjaga kerukunan di antara seluruh gereja di Tapteng maupun kepada gereja-gereja diluar daerah.
“Kami mengharapkan kepada seluruh pengurus BKAG Kecamatan yang baru dilantik, untuk selalu menjaga nama baik gereja dan terus menjaga kerukunan di antara gereja-gereja yang ada di Tapteng maupun dengan gereja luar daerah. Uruslah gereja dengan baik, demi meningkatkan keimanan masyarakat,” tuturnya.
Bupati Tapteng, Raja Bonaran Situmeang SH M Hum dalam arahannya pada acara tersebut mengharapkan seluruh pengurus BKAG Kecamatan yang baru dilantik untuk dapat mendukung dan berperan aktif dalam setiap program pembangunan yang tengah dilaksanakan oleh pemerintah.
“Saat ini kami dari Pemkab Tapteng tengah berusaha melaksanakan pembangunan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berbagai program sudah dan akan kami canangkan, termasuk program Tapteng Negeri Wisata Sejuta Pesona sebagai salah satu andalan demi peningkatan pembangunan melalui sektor pariwisata. Kami sangat mengharapkan, para pengurus BKAG Kecamatan yang baru dilantik ini dapat menjadi ujung tombak pembangunan dengan ikut berperan aktif dalam setiap program pembangunan sekaligus menjadi penyambung lidah pemkab Tapteng kepada masyarakat. Karena tanpa bantuan dari masyarakat itu sendiri, mustahil kami mampu melaksanakan pembangunan di Tapteng ini,” katanya.
Di samping itu, Bupati juga mengungkapkan, selaku umat Kristiani dan Katolik, para pengurus BKAG Kecamatan juga harus bersiap dan berbenah diri untuk menghadapi kunjungan wisatawan Protestan maupun Katolik yang mungkin akan banyak berdatangan ke Tapteng terkait Tapteng sebagai pintu gerbang masuknya Protestan dan Katolik ke Indonesia.
“Kita sudah membuka mata dunia maupun masyarakat Indonesia, bahwasanya Tapteng memiliki keterikatan sejarah yang tidak dapat dipisahkan dengan umat Kristiani. Bagaimana tidak, selain ternyata kemenyan yang dibawa oleh kaum Majusi yang kemudian dipakai pada saat kelahiran Yesus Kristus ternyata berasal dari Tapteng,” ungkapnya. (ahu/nas)