Alat Peraga Kampanye Balon Bupati Marak

Panawaslu: Setelah Penetapan Calon, Harus Dicopot

[Bernad L Gaol]
Beberapa sudut jalan umum di Kecamatan Tarutung sudah marak dipasang baliho para pasangan balon Bupati Taput periode 2014-2019.

TARUTUNG- Meski tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Taput 2013 masih dalam masa perbaikan syarat pencalonan, akan tetapi para bakal calon (balon) tidak dilarang untuk melakukan kampanye dini melalui alat peraga kampanye (APK) seperti spanduk maupun baliho.

Pantauan METRO, beberapa sudut jalan di pusat kota hingga pelosok sudah marak dipasang baliho, spanduk. Selain itu, sudah berdiri posko pemenangan para balon yang akan memimpin Taput lima tahun kedepan.

Atribut sosialisasi balon itu sengaja dipasang khusus menggunakan kayu. Ada juga yang dipakukan pada pohon dan menempel di pagar-pagar. Tidak hanya itu, bahkan becak bermotor pun sudah ditempeli berbagi stiker-stiker pasangan balon.

Ketua Panwaslu Taput Eduard Lumbantobing, Selasa (30/7) menyebutkan, pemasangan spanduk dan baliho para balon bupati tersebut tidak perlu dipersoalkan. Sepanjang, pemasangan spanduk dan baliho itu tidak melanggar aturan yang ada, yaitu di pasang di titik-titik terlarang yang mengganggu kepentingan umum.

“Tidak jadi masalah setiap para pasangan balon Bupati dan Wakil Bupati Taput bersosialisasi melalui alat peraga kampanye tersebut. Tetapi jangan dipasang di lokasi yang sudah dilarang,” terang Eduard.

Dia juga menyebutkan, pasangan balon yang telah melakukan sosialisasi diri melalui spanduk, baliho maupun alat peraga lainnya tidak melanggar aturan atau ketentuan yang berlaku, lantaran masih status balon.

“Mereka masih balon, belum tentu mereka ditetapkan menjadi calon. Jadi, silakan saja jika ada pasangan balon yang menyosialisasikan diri dengan memasang fotonya untuk memperkenalkan diri sebagai balon,” ujarnya.

Bahkan pihaknya menegaskan, alat peraga kampanye itu sah-sah saja dipasang sebagai sosialisasi yang bersangkutan.

“Sejauh ini tidak ada larangan untuk itu. Namun jika alat peraga itu dipasang di lokasi terlarang, di antaranya di tempat-tempat umum seperti rumah ibadah, kantor pemerintah, baru masalah,” tandasnya.

Dia juga mengaku jika baliho dan spanduk yang sudah dipasang balon tersebut sudah berbau kampanye. Namun, pihaknya masih menunggu penetapan calon, untuk menertibkannya.

“Nanti setelah penetapan harus dicopot. Tapi saat ini kan masih belum ada penetapan calon jadi kita masih belum bisa bertindak,” ujarnya. (cr-01/mua)