Avanza Masuk Jurang Warga Tj Balai Selamat

(FOTO: DHEV FRETES BAKKARA)
JATUH-Mobil Avanza BK1547JU jatuh dan msuk jurang di tikungan hutan Pondok Buluh, Kecamatan Dolok Panribuan dievakuasi ke Mapolsek Tiga Balata. 10 penumpangnya, termasuk 1 warga Tanjungbalai selamat.

SIMALUNGUN-Mobil Avanza BK 1547 JU terjun bebas ke dalam jurang di Jalinsum Siantar- Parapat, Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun, Sabtu (25/8) sekira pukul 00.30 WIB. Sepuluh penumpangnya, salah satunya warga Sungai Kapayang Tanjungbalai dinyatakan selamat, dan telah kembali setelah mendapat perawatan di rumah sakit yang ada di Siantar.

Hingga Senin (27/8), personil Unit Laka Satlantas Polres Simalungun masih melakukan penyelidikan penyebab kecelakaan. Sementara sepuluh penumpang asal Medan, Deli Serdang, dan Tanjungbalai yang berada di mobil, sudah pulang ke kediaman masing-masing. Menurut Kanit Laka Polres Simalungun Iptu Alsem Sinaga, diketahui mobil dikemudikan oleh Ibnu Iksan Hasibuan (36), warga Jalan Letda Sujono, Medan Tembung, Sabtu (25/8) sekira pukul 00.30 WIB. Mobil melaju dari arah Parapat menuju Siantar. Namun sampai di kawasan kilometer 25 Pondok Bulu, kendaraan yang ditumpangi rombongan keluarga itu masuk jurang berkedalaman 50 meter.

Sepuluh (sebelumnya sebelas) penumpang itu masing-masing, Mariani (30), Bowo (7), Yoga Lubis (8 bulan), Naufal Hasibuan (6), Mardiana Lubis (32), dan Iksan Hasibuan (2), semuanya warga Pasar I Tandam Hilir, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang. Lalu Abdul Wahab Lubis (54), Iksan Nur Arifin Hasibuan (3), Naila Lubis (5), yang diketahui menetap di kawasan Sungai Kepayang Kota Tanjungbalai. Semua penumpang sudah kembali ke kediamannya masing-masing.

Menurut Gugun (26), perawat di RS Tentara Kota Siantar yang sempat ditemui METRO, dua dari sepuluh korban itu sempat dirawat di rumah sakit tempatnya bekerja. “Kalau Mardiana Lubis mengalami luka koyak di kepala, kemudian Ibnu Iksan Hasibuan (36), juga mengalami luka koyak di kepala. Bahkan sekujur tubuhnya dipenuhi luka lecet. Namun delapan korban lainnya dirawat di RS berbeda,” katanya.

Ditambahkannya, selama perawatan kedua korban sempat diopname selama satu malah di rumah sakit. “Sekarang mereka sudah pulang ke kediaman masing—masing,” tambahnya. Berita sebelumnya, malam itu mobil Avanza datang dari arah Parapat menuju Siantar. Setibanya di lokasi kejadian, dengan kondisi jalan yang berbelok ke kiri, mobil tiba-tiba tergelincir dan terguling sebanyak empat kali di badan jalan. Selanjutnya mobil terjun bebas ke jurang yang berada di bahu kanan jalan.

Mobil baru berhasil ditarik dari jurang dengan mobil derek truk Hino BK 8768 TC sekira pukul 09.00 WIB. Menurut kernet mobil derek, pihaknya berhasil mengevakuasi Avanza setelah mengulurkan tali sepanjang 50 meter ke dalam jurang. Saat proses evakuasi berjalan, Jalinsum Parapat- Siantar lumpuh total hampir tiga jam. Sampai akhirnya mobil berhasil ditarik dari jurang dengan kondisi ringsek berat pada bagian depan dan belakang. Begitu juga kedua sisi kanan dan kiri mobil terlihat ringsek.

Selang beberapa waktu, mobil diamankan ke Polsek Tiga Balata untuk proses penyelidiakn. Di mobil, masih terdapat beberapa tas korban yang diduga berisi pakaian, dan kue lebaran. Selain itu ada juga tiga pasang sandal, topi bayi, dan beberapa bahan makanan seperti roti-rotian, salak dan petai. Setelah mobil dibawa, perlahan jalur lalulintas kembali normal. Menurut H Sinaga, saksi mata yang melintas di lokasi kejadian menyebutkan, dia datang berlawanan arah dengan korban, sebelum terjun ke jurang, mobil terlebih dulu tergelincir dan terguling empat kali di badan jalan kemudian terjun ke jurang.

“Mobilnya terguling empat kali di badan jalan dan kelima kalinya baru masuk ke jurang.  Aku tidak sempat melihat kondisi korban karena buru-buru menuju Ajibata. Namun sesaat setelah kejadian, aku langsung melaporkannya pada polisi yang berjaga di Pospam Simpang Palang,” katanya. Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Hendrawan, yang sempat diwawancarai dari telepon selulernya, Minggu (26/8) petang memastikan, semua penumpang di mobil selamat.

“Mereka tujuannya ke Medan. Mereka itu satu keluarga yang melaju dari arah Tapanuli Selatan,” ujarnya. Dari hasil penyelidikan sementara, Hendrawan mengatakan faktor kelalaianlah yang menyebabkan mobil terjun ke jurang. “Supir mengantuk, sehingga dia tidak bisa lagi mengendalikan laju kendaraan. Jadi dari keterangan yang kami himpun, supir sudah mengendarai mobil sekitar 5 jam. Mungkin dia lelah,” sebutnya. (mag-02/hez)