Baliho Caleg dan Balon Bupati Padati Pusat Kota

Simpang tiga Jalan Tugu, Siborongborong yang dipadati baliho caleg dan balon Bupati Taput, Kamis (18/7).

TAPUT – Sejumlah ruas jalan persimpangan di Siborongborong dan Tarutung, Kabupaten Taput, dipadati baliho para calon legislatif (caleg) dan bakal calon (balon) Bupati Taput. Akibatnya keindahan kota jadi semrawut.

Hampir seluruh baliho, tampak ‘menjual’ tampang masing-masing. Baik itu caleg, maupun balon bupati. Situasi itu, justru malah membuat sebagian masyarakat jengkel.

“Untuk apa dibuat di pusat kota baliho seperti itu. Cari kesempatan saja untuk jual tampang mau jadi caleg dan calon bupati,” ketus Inna boru Lumbantoruan (37), warga Siborongborong, Kamis (18/7).

Inna mengaku, dirinya justru bukan simpatik melihat baliho tersebut berada di pusat kota.
“Kan bisa di pinggir jalan atau di luar pusat kota dibuat. Kalau begini, membuat pusat kota jadi semrawut nampaknya,” imbuh Inna mengomentari baliho yang memadati Simpang Tiga Jalan Tugu, Siborongborong.

Situasi yang sama juga tampak di Jalan Sisingamangaraja Tarutung, tepatnya di bawah Rumah Sakit Umum (RSU) Swadana Tarutung. Di pinggiran ruas jalan itu, baliho salah satu balon bupati juga dipajang bersamaan dengan baliho-baliho lainnya.

“Harusnya baliho balon bupati itu tidak mengganggu keindahan kota. Dengan banyaknya baliho di pusat Kota Tarutung, maka kota akan tampak semrawut. Belum lagi dengan spanduk-spanduk yang dipasang di atas ruas jalan pusat kota. Jadi Tarutung saat ini bagaikan kota spanduk dan baliho,” ujar Dimpos Situmeang (37) warga Tarutung.

Ia berharap agar para caleg dan balon bupati tidak terlalu memanfaatkan fasilitas ruas jalan untuk memasang spanduk dan baliho.

“Jelas untuk pencitraan itu bisa melalui spanduk dan baliho. Tapi, sebaiknya diperhatikan tempatnya di mana. Jangan sampai mengganggu keindahan tata kota. Kan bisa di pinggir jalan atau di luar pusat kota dipasang,” ketus Dimpos.

Sementara itu, Jek Rinto (37) pemerhati publik di Taput menyesalkan keberadaan baliho dan spanduk tersebut. “Masa kampanye kan belum waktunya,” ungkapnya.

Jek berharap agar Satpol PP segera menertibkan spanduk-spanduk yang justru mengganggu keindahan kota tersebut.

Terpisah, Ketua Panwaslu Taput Eduard Lumbantobing menyampaikan, pihaknya akan menyurati para pasangan balon agar mematuhi tahapan pilkada yang sudah ditetapkan KPU.

“Kita akan surati setiap pasangan calon untuk menghargai tahapan yang sudah ada, memang belum saatnya berkampanye,” ujarnya. (hsl/cr-01/mua)

Komentar