Balon Bupati Kritik Mutasi PNS di Taput

Ratna Ester Lumbantobing SH MM.

Ratna Ester Lumbantobing SH MM.

PAHAE- Koordinator Tim Sukses salah satu bakal calon (balon) Bupati Taput periode 2014-2019 Ratna Ester Lumbantobing SH MM (REL), D br Gultom, mengkritik pemutasian sejumlah PNS di jajaran pemkab. Pasalnya, sejumlah PNS yang merupakan keluarga dekat Ratna Ester juga turut menjadi sasaran mutasi non job.

“Masalah mutasi memang hal yang biasa terjadi di jajaran PNS, tapi jangan dikait-kaitkan dengan politik. Untuk  menilai seorang PNS layak dimutasi non job, pimpinan harus berpikir jernih dan realistis. Karena apapun ceritanya, Pemilukada di kawasan tanah Batak tidak dapat terlepas dari hubungan marga dengan calon. Jadi, jika posisi jabatan atau penempatan tugas PNS dikaitkan dengan politik, tentu PNS akan menjadi korban,” ungkap D br Gultom, Senin (6/8) melalui ponselnya.

Ia mencontohkan, pemutasian non job Sekcam Pahae Julu, Rianto Lumbantobing SE yang masih keluarga dekat Ratna Ester Lumbantobing. Padahal, sambung Boru Gultom, Rianto Lumbantobing sendiri pernah mendapat piagam penghargaan Satya Lencana Karya Satya 10 Tahun dari Presiden Republik Indonesia, Soesilo Bambang Yudoyono yang langsung diserahkan oleh Bupati Taput Torang Lumbantobing pada saat upacara HUT ke-66 RI Tahun 2011 di Lapangan Serbaguna, Tarutung.

Lebih lanjut, koordinator REL tersebut mengatakan, ke depan, jika Ratna Ester terpilih menjadi bupati di Kabupaten Taput, dapat ia pastikan tidak akan terjadi mutasi PNS karena faktor politik. ”Calon yang kami usung memiliki wawasan dan SDM yang luas. Tidak ambisius, walau seorang petarung politik tingkat nasional. Kami akan selalu mengawasi dan memberikan saran agar seluruh harkat dan martabat PNS terlindungi,” tandasnya.

Ia mengimbau, agar seluruh kandidat yang ikut bertarung memperebutkan kursi Taput I supaya memakai cara-cara yang elegan dalam kampanye masing-masing. ”Jangan ada yang mencaci maki, memburuk-burukkan salah satu kandidat dan timnya. Kita juga meminta agar tidak saling mengganggu, bertarunglah dengan sportif, saling menghargai, sehingga nantinya lahir sosok pemimpin yang diinginkan masyarakat berdasarkan Pemilukada yang demokratis,” tukasnya.

Imbauan lainnya, kata Boru Gultom, diharapkan kepada Bupati Taput yang terpilih periode 2014-2019 tidak bersifat pendendam. ”Jangan hanya nama Tarutung kota wisata rohani. Harusnya, kasih yang ber-iman adalah menjadi pegangan,” tambahnya.

Disisi lain, D br Gultom membeberkan, bahwa pada Pemilukada Taput tahun 2009 lalu, keluarganya masuk dalam tim pemenangan Bupati Taput Torang Lumbantobing. Namun menurutnya, kinerja kabinet bupati saat ini, jauh dari apa yang diharapkan masyarakat. ”Banyak PNS yang ketakutan di mutasi dan dicopot dari jabatan,” tandasnya. (roy/hsl)

Komentar