Bangun Kuala Tanjung jadi Pelabuhan Internasional Pemkab Butuh Rp2 Triliun

Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Belawan. Saat ini Pelindo akan membangun Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara menjadi pelabuhan internasional.

BATUBARA – Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara akan menjadi faktor penarik ekonomi yang dapat mendorong perkembangan wilayah bagian Barat Indonesia.

Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung menjadi pelabuhan Internasional diperkirakan membutuhkan investasi senilai Rp2 triliun.

“Sehingga Kabupaten Batubara nantinya menjadi salah satu daerah yang paling strategis di tanah air,” kata Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain SH MM, Selasa (18/12).

Menurut OK, Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho yakini Kabupaten Batubara nantinya menjadi salah satu daerah yang paling strategis di tanah air.

Pernyataan itu dikatakan Gatot di hadapan Ketua DPRD Kabupaten Batubara Selamat Arifin, Ketua Otorita Asahan Effendi Sirait, Bupati Serdang Bedagai T Erry Nuradi, Wakil Bupati Asahan Surya, forum koordinasi pembangunan daerah setempat, tokoh adat, tokoh masyarakat,  tokoh pemuda dan tokoh agama se Batubara.

Menurut OK, kedatangan Gatot ke Batubara untuk merayakan hari jadi HUT Batubara ke 6. Saat menghadiri perayaan hari jadi Batubara, Gatot mengatakan, Pelabuhan Kuala Tanjung yang menghadap langsung ke perairan Selat Melaka termasuk jalur pelayaran internasional yang paling sibuk, serta memiliki kedalaman yang memungkinkan untuk disinggahi kapal-kapal besar.

Karenanya Pelabuhan Kuala Tanjung dirancang menjadi hubungan internasional Indonesia wilayah Barat yang merupakan bagian dari desain Program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia.

”Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung yang diperkirakan membutuhkan investasi senilai Rp2 triliun sudah mulai dilakukan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I dengan pembangunan terminal curah cair untuk pemuatan minyak sawit mentah atau CPO (crude palm oil) dengan nilai investasi sekitar Rp570 miliar,” katanya.

Ok mengatakan, jika nantinya Pelabuhan Kuala Tanjung difungsikan sebagai pelabuhan nasional, maka keberadaan pelabuhan Kuala Tanjung ini nantinya akan menjadi penting bagi kebangkitan ekonomi, dan tidak hanya bagi Batubara, melainkan juga Sumatera Utara, bahkan Indonesia.

Berbagai keberhasilan yang diraih Kabupaten Batubara di usianya yang masih seumur jagung, di antaranya kontribusi sektor Industri dan pengolahan yang menyumbang hingga 53,54%, disusul dengan sektor perdagangan sebesar 22,95%, dan pertanian dengan kontribusi 15,44%.

”Kontribusi sektor ini menunjukkan bahwa produk unggulan dan daya saing daerah terletak pada sektor industri. Tentu hal ini bukan suatu hal yang mudah untuk dicapai, karena sektot industri dan jasa biasanya berkembang mendominasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada daerah perkotaan,” ujarnya.

OK juga mengucapkan terimakasih kepada Pemprov Sumut yang banyak memberikan bantuan. Saat ini di Kabupaten Batubara tengah dibangun jalur rel kereta api sepanjang 20 kilometer yang menghubungkan stasiun Bandar Tinggi menuju Kuala Tanjung dengan investasi Rp 600 miliar.

Jalur kereta api tersebut akan mendukung Kabupaten Simalungun. Transportasi hasil olahan industri dari Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangke.

Selain itu, pemerintah telah mulai mempersiapkan dukungan infrastruktur jalan mulai tahun 2012 dalam bentuk peningkatan kapasitas maupun jalan baru dengan dukungan dana APBD Provinsi Sumut dan APBN. (syaf)

Komentar