BKD Labura Didesak untuk Transparan

Soal Nasib 34 Honerer K1

Zeira Salim Ritonga.

AEKKANOPAN - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Labuhanbatu Utara diminta untuk segera mengumumkan secara transparan soal nasib 143 honorer kategori satu (K1), termasuk 34 orang yang terancam dicoret sesuai hasil konsultasi Komisi A DPRD Labuhanbatu Utara ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) beberapa waktu lalu.

Ketua Garda Pemuda Nasional Demokrat Kabupaten Labura Zeila Salim Ritonga mengatakan, tidak adanya pengumuman yang jelas dari BKD mendatangkan keresahan ditengah-tengah honorer. Pasalnya, adanya perbedaan pendapat antara sesama anggota DPRD Labura soal nasib 34 honorer sangat membingungkan.

“BKD harus jujur dan tegas soal nasib 34 honorer dari 134 yang datanya sudah masuk ke BKN,” kata Salim. Dijelaskan pri yang akrab dipanggil Bung Bornok ini, perbedaan pandapat antara sesama anggota DPRD Labura usai kunjungan ke BKN dan BPKP mempertanyakan hasil verifikasi oleh Tim mengakibatkan timbul keragu-raguan dan bimbang di kalangan honorer dan keluarganya.

“Selama ini 134 tenaga honorer telah berharap diangkat menjadi CPNS, bahkan ada yang rela memberikan sekedar uang lelah kepada oknum-oknum yang mengurus pemberkasan di BKD,” katanya.

Ditambahkan Ritonga, untuk menghindari adanya keresahan, BKD Laburan hendaknya mengumumkan permasalahan yang sebenarnya terjadi. Jika memang ada yang dicoret atau harus melengkapi berkas, segera diinformasikan secepatnya.

Sementara sebelumnya Anggota Komisi A DPRD Labura Ali Ahmad Ritonga dan Efendi Sirait mengatakan ada 34 honorer K1 asal Labura yang terancam namanya dicoret karena berkas yang tidak lengkap, sesuai hasil temuan tim verifikasi. (put)

Komentar