Bocah 10 Tahun Diperkosa Ayah Temannya

(Foto: Aniko Rambe)
Korban pencabulan Melati didampingi ibunya EH saat melaporkan KD di ruang SPK Polres Labuahanbatu.

RANTAU - Bocah 10 tahun sebut saja namanya Melati, Kecamatan Kota Pinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan diperkosa ayah temannya yang juga tetangganya KD (39), pendarahan, Minggu (11/11). Ibu Melati yang tidak terima, melaporkan KD ke Pores  Labuhanbatu, Selasa (13/11).

Informasi dihimpun METRO,  Melati diperkosa KD ketika bermain di halaman rumah. Tiba-tiba KD, pria beranak dua itu memanggil Melati serta mengajak ke rumahnya yang berjarak sekitar 20 meter dari rumahnya. Melati tidak curiga karena KD memang tetangga dan punya anak sebaya dirinya.

“Karena kami itu bertetangga dan anakku mengenal tersangka itu makanya dia mau diajak main ke rumahnya. Lagian anakku itupun memang sering bermain dengan salah seorang anak tersangka yang masih seumuran dengan anakku,” ujar EH  (33), Ibu kandung Melati yang sudah 5 tahun menjanda itu.

Sesampainya di rumah tersangka, Melati kemudian dibawa masuk ke dalam kamar. Kondisi rumah KD sedang kosong karena istri dan kedua anaknya sedang tidak berada di rumah. “Gak tahu lagi kemana anak dan istri tersangka itu. Cuma pengakuan anakku saat itu rumah tersangka kosong, gak ada orang,” jelas EH, ibu dari dua orang anak itu.

Di dalam kamar rumah KD, menurut pengakuan Melati kepada Ibunya, Melati diperkosa hingga anak yatim itu mengalami pendarahan di bagian kelaminnya. Puas menyetubuhi gadis ingusan itu, KD pun membiarkan Melati pulang ke rumahnya. “Siap dicabulinya, anakku itu disuruhnya pulang jalan kaki,” ucap EH.

Aksi bejat yang telah dilakukan KD terungkap oleh ibu Melati saat anak keduanya itu tampak pulang ke rumah dalam keadaan menangis. Ditambah lagi terlihat bercak darah pada pakaian dalam yang dikenakan Melati. EH pun penasaran dan langsung mengintrogasi Melati. Saat itulah Melati mengaku kalau dirinya baru saja dicabuli KD, yang tak lain adalah tetangganya sendiri. “Anakku bilang kalau kemaluan tersangka dimasukkan ke dalam kemaluannya hingga berdarah,” kata EH.

Mendapati pengakuan Melati, EH pun berang dan kemudian melaporkan KD ke Mapolres Labuhanbatu. Terpisah, Kapolres Labuhanbatu AKBP Hirbak Wahyu Setiawan melalui Kasubag Humas Polres Labuhanbatu AKP MT Aritonang membenarkan adanya laporan pencabulan tersebut. Namun Aritonang menolak memberikan keterangan karena menurutnya dapat menggangu proses penanganan kasus. “Jangan dulu di ekspos, nanti tersangkanya bisa-bisa kabur,” katanya. (CR-01)