Kekuatan Doa dan Usaha

MetroSiantar.com – Suatu pagi di sebuah perkampungan miskin, tampak seorang ibu dengan penuh semangat sedang mengolah adonan untuk membuat tempe. Pekerjaan membuat dan menjual tempe telah digelutinya selama bertahun-tahun, sepeninggal suaminya.

Saat membuat adonan, sesekali pikirannya menerawang pada sepucuk surat yang baru diterima dari putranya yang sedang berada jauh di daerah lain, untuk menuntut ilmu. Dalam surat itu tertulis, “Bunda tercinta, dengan berat hati, ananda mohon maaf harus mohon dikirim uang  kuliah agar dapat mengikuti ujian akhir. Ananda mengerti bahwa bunda telah berkorban begitu banyak untuk saya. Ananda berharap secepatnya menyelesaikan tugas belajar agar bisa menggantikan bunda memikul tanggung jawab keluarga dan membahagiakan bunda. Teriring salam sayang dari anakmu yang jauh.”

Dua hari lagi adalah ‘hari pasaran’. Saat itulah, biasanya tempe hasil buatan si ibu dibawa ke pasar untuk dijual. Kali ini, ia berencana membuat tempe dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Harapannya, ia bisa mendapatkan lebih banyak uang sehingga bisa mengirimkan biaya kuliah ke anaknya.

Sehari menjelang hari pasar, hati dan pikiran si ibu panik karena tempe buatannya tidak jadi. Entah karena konsentrasi yang tidak penuh atau porsi tempe yang dibuat melebihi biasanya. Kemudian  si ibu pun sibuk berdoa dengan khusyuk di sela-sela waktu yang tersisa menjelang keberangkatannya ke pasar. Ia memohon kepada Yang Maha Kuasa, agar diberi mukjizat: tempenya siap dijual dalam keadaan jadi. Tetapi sampai tibanya dia di pasar, tempenya tetap belum jadi.