Jelang HUT Kota Siantar, Ziarah ke Makam Raja Sang Naualuh

Plh. Walikota Hefriansyah beserta istri Ny Syahputri Hutabarat didampingi Ketua DPRD Eliakim Simanjuntak, Asisten I Leonardo Simanjuntak, Kadis Pariwisata Dra Fatimah Siregar dan Plt Kabag Humas Jalatua Hasugian, ziarah ke makam Raja Sang Naualuh, Senin (17/4) pagi.
Plh. Walikota Hefriansyah beserta istri Ny Syahputri Hutabarat didampingi Ketua DPRD Eliakim Simanjuntak, Asisten I Leonardo Simanjuntak, Kadis Pariwisata Dra Fatimah Siregar dan Plt Kabag Humas Jalatua Hasugian, ziarah ke makam Raja Sang Naualuh, Senin (17/4) pagi.

 

MetroSiantar.com,SIANTAR – Dalam rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Pematangsiantar ke-146, Pelaksana Harian (Plh) Walikota Hefriansyah beserta istri Ny Syahputri Hutabarat didampingi Ketua DPRD Eliakim Simanjuntak, Asisten I Leonardo Simanjuntak, Kadis Pariwisata Dra Fatimah Siregar dan Plt Kabag Humas Jalatua Hasugian, ziarah ke makam Raja Sang Naualuh, Senin (17/4) pagi.

Dalam ziarah yang dipandu tokoh adat Simalungun yang juga dosen Universitas Simalungun, Januarison Saragih itu, juga tampak ahli waris Kerajaan Siantar Ny Syah Alam Damanik Halimah br Sinaga, Ketua Ihutan Bolon Damanik Ir Panner Damanik, Ketua dan Sekretaris Partuha Maujana Simalungun (PMS) Pematangsiantar Minten Saragih dan Rohdian Purba, didampingi Pengurus PMS Bengkalis.

Makam Raja Siantar ke XIV yang terletak di tepi Jalan Bantan Desa Senggoro Kabupaten Bengkalis ini telah dijadikan sebagai benda cagar budaya oleh Pemkab Bengkalis yang dikelola Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Sebagaimana diketahui, Raja Sang Naualuh yang merupakan generasi ke XIV Raja Siantar diasingkan Belanda ke Pulau Bengkalis tahun 1906 bersama keluarganya, karena menolak menandatangani Korte Verklaring, (perjanjian pendek) sebagai bentuk takluk kepada penjajah. Raja Sang Naualuh sempat menjadi tokoh syiar Islam di wilayah Bengkalis, sehingga masyarakat setempat juga menganggapnya sebagai Raja dan pemimpin mereka, sampai akhir hayatnya pada tahun 1914 dan dimakamkan di Bengkalis.

Sampai saat ini Pemkab dan warga Bengkalis tetap memelihara makam Raja Siantar yang terletak di pusat kota Bengkalis ini.