Bupati Taput Dinilai Gagal Berantas Korupsi

Wesly Suta F S

TAPUT – Penasehat Forum Masyarakat Peduli Bonapasogit (FMPB) Wesly Suta Fernando S menegaskan, Bupati Tapanuli Utara Torang Lumbantobing atau sering disapa Toluto dinilai tidak layak kembali memimpin daerah itu. Bahkan, Toluto dinilai gagal mendukung program pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) selama dua periode menjabat sebagai bupati.

“Kita menilai Toluto tak layak kembali memimpin Taput, dengan wacana kembali maju sebagai calon wakil bupati setelah dua periode menjabat bupati di daerah ini,” tegas Wesly kepada METRO, Kamis (14/2).

Ia menjelaskan, bukti Toluto tidak mendukung pemberantasan KKN adalah, ketika ipar kandungnya sendiri, Joni Manalu SE, terbukti secara sah menurut hukum sesuai dengan putusan Pengadilan Negeri Tarutung Nomor: 92/Pid.B/2010/PN.Trt, melakukan tindak pidana korupsi pengadaan pakaian dinas PNS, sewaktu menjabat sebagai Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan. Oleh Majelis Hakim PN Tarutung menjatuhi hukuman terhadap Joni Manalu selama 1 tahun 4 bulan penjara.

“Nah, setelah Joni Manalu keluar dari penjara, artinya yang bersangkutan telah dicap sebagai narapidana koruptor. Tapi, setelah keluar penjara, justru Toluto kembali memberikan jabatan kepada Joni Manalu sebagai Sekretaris Dinas Kebersihan dan Pertamanan, dan terakhir sebagai pelaksana Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Taput,” papar Wesly.

Bukti selanjutnya, ungkap Wesly, Toluto juga tidak mendukung program semangat reformasi birokrasi karena memecat lima PNS secara sewenang-wenang. ”Bukti selanjutnya adalah, ketika 5 PNS di Pemkab Taput dipecat Toluto secara sewenang-wenang. Hal itu, terbukti juga oleh putusan Mahkamah Agung (MA) dan Bapek (Badan Pertimbangan Kepegawaian) yang membatalkan SK pemecatan kelima PNS itu,” bebernya.

“Jadi, apa yang langsung diungkapkan Toluto terhadap masyarakat Taput belakangan ini yang menyatakan dirinya akan maju kembali sebagai calon wakil bupati adalah bentuk keserakahan atas kekuasaan dan harta,” pungkasnya.

Terpisah, salah satu praktisi hukum Sumaera Utara, Januari Siregar SH kepada METRO, Kamis (14/2) saat dihubungi melalui ponselnya mengatakan, Toluto harus dihempang untuk maju kembali sebagai calon Wakil Bupati Taput.

”Terlepas dari peraturan perundang-undangan menyangkut Pilkada, yang jelas-jelas melarang setiap kepala daerah yang sudah menjabat dua periode kembali ikut sebagai calon, yang terpenting sekarang ini kita lihat soal moral. Jadi, saya mengajak masyarakat agar bangkit untuk membatalkan niat Toluto itu,” tandas Januari Siregar.

“Dari sisi logika sederhana dan sisi kepatutan saja dulu kita nilai, kok dari nomor satu turun kembali ke tangga nomor dua? Ada apa di balik itu semua? Yang jelas, kita akan berupaya ke Mahkamah Konstitusi (MK) melakukan gugatan jika sampai Toluto dikabulkan maju kembali sebagai calon wakil bupati,” tegas Januari.

Untuk diketahui, meski sudah dua periode menjabat sebagai Bupati Tapanuli Utara, tidak membuat Torang Lumbantobing merasa puas. Bahkan, Toluto sendiri menegaskan, dia bakal kembali maju di Pilkada Taput periode 2014-2019, sebagai calon Wakil Bupati.

Pernyataan bakal maju di Pilkada 2014-2019 ini, dipaparkan Toluto di hadapan ratusan tokoh masyarakat dan sejumlah Kepala Desa dalam acara silaturahmi di Aula Kantor Bupati Taput, Rabu (6/2). Di sana, secara terang-terangan Toluto menyatakan dirinya akan maju di Pilkada mendatang.

“Di sini saya sampaikan bahwa kita akan maju kembali pada Pilkada Taput 2013 mendatang. Selama hidup, saya berjanji akan tetap mengabdikan diri sebagai parhobas (pelayan, red) kepada masyarakat. Mudah-mudahan doa kita bisa terkabul,” ujar Toluto saat itu.

Dia mengatakan, keinginannya kembali maju di Pilkada tidak hanya didasari kemauan pribadi, melainkan adanya dorongan dari berbagai lapisan masyarakat yang sama-sama menginginkan kebangkitan dan kemajuan Kabupaten Taput di masa yang akan datang. (hsl/des)

  • Horas p

    Marmacam parhobas,adong parhobas panangko,

  • http://www.facebook.com/juneddi.tampubolon Juneddi Tampubolon

    kpd para orang2 di sekitar bupati toluto (skpd, rekanan,dan DPRD) supaya tdk memberikan nasehat2 sesat kpd toluto,,jgn krn kesenangan kalian semua, kami rakyat kalian korbankan,,krn sy lihat mrk telah menjadikan toluto kena penyakit syndrom of power…ksh lah nasehat yg benar dan membangun….

  • http://www.facebook.com/juneddi.tampubolon Juneddi Tampubolon

    jika itu terjadi,,maka taput akan dpt rekor menjadi kabupaten paling “aneh nan gila” di seluruh dunia,,,,

  • Roy

    Di alam demokrasi semua bisa terjadi. Kita menginginkan demokrasi tapi kita menghambat hak orang berdemokrasi. Jabatan Bupati dan wakil bupati adalah jabatan politik, jadi tidak ada kata patut atau tidak patut. Sepanjang tidak melanggar undang udang sah sah saja. Ini bukan soal dukung mendukung, tetapi kita bicara fakta saja. Soal dari Taput 1 menjadi Taput 2 itu sah sah saja, karena undang undang kita tidak melarangnya. Jangankan dari Taput 1 menjadi taput 2, di negeri ini dari Menteri jadi walikota juga ada (di Kota Depok) dari menteri mempeributkan Gubernur juga ada walaupaun kalah (Agum Gumelar) di Jawa Barat. Dari Gubernur jadi calon walikota, walaupun tidak jadi (Rudolf Pardede). Jadi dalam politik tidak ada yang tidak mungkin, selama tidak melanggar undang-undang. Kalau kita tidak suka, kita jangan pilih. Tapi jangan kita membatasi hak orang.