Bupati Tolak Penambangan Emas di Pinangsori

Raja Bonaran Situmeang

TAPTENG – Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang tidak memberikan lampu hijau terhadap aktivitas penambangan emas di Desa Toga Basir, Kecamatan Pinangsori. Menurut warga setempat, PT Agincourt Resources selaku investor pertambangan emas Martabe di Desa Aek Pining, Kecamatan Batangtoru, Tapsel, itu telah coba-coba hendak merambah ke kawasan di desa tersebut.

“Saya tidak pernah memberikan izin apapun terkait penambangan emas di Toga Basir Pinangsori. Baik itu Amdal atau apapun. Jadi kalau memang ada pihak yang masuk ke sana, silahkan warga setempat bertindak, usir saja,” tegas Bonaran saat dihubungi METRO, Kamis (14/2).
Senada diutarakan Wakil Ketua DPRD Tapteng Tulus Hutabarat. Menurutnya, walaupun izin operasional PT Agincourt Resources juga tidak terlepas dari andil pemerintah pusat, namun pemerintah daerah berwenang memberikan izin atau rekomendasi Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) terhadap suatu aktivitas penambangan emas di wilayahnya.

“Pemda berwenang dalam hal memberikan rekomendasi Amdal. Amdal juga menentukan legalitas operasional sebuah perusahaan penambangan emas,” kata Tulus mengisyaratkan agar Pemkab Tapteng jangan memberikan itu. Camat Pinangsori Erman Syahrin Lubis pun mengaku belum ada menerima petunjuk dari Bupati Tapteng terkait legalitas aktivitas penambangan emas di salah satu desanya itu.
“Sampai saat ini tidak ada petunjuk baik surat resmi atau apapun soal penambangan emas di Toga Basir. Jadi kalau ada aktivitas di sana itu jelas tanpa sepengetahuan atau seizin pemerintah daerah,” tukas Camat.

Diakuinya, aksi penolakan sebelumnya sempat dilancarkan sekelompok warga. “Tahun lalu memang ada demo menolak penambangan di sana,” timpal Erman. Sebelumnya, warga Kecamatan Pinangsori I Sitompul (51) menyebutkan, pihak PT Agincourt Resources telah melakukan penelitian atau survei di Toga Basir. Itu terlihat dari beberapa armada mobil maupun alat berat perusahaan tersebut beberapa kali terlihat di Toga Basir.

“Mereka sudah ada di  Toga Basir sebulan lalu. Kabarnya melakukan penelitian tentang kandungan emas di kawasan itu,” ujar Sitompul kepada METRO, kemarin. Menurutnya, warga Toga Basir khususnya khawatir akan dampak negatif penambangan emas, seperti halnya warga Batangtoru. Di mana puncaknya sempat terjadi aksi penolakan secara anarkis yang menimbulkan korban.

“Kami tidak ingin kejadian di Batangtoru terjadi di Toga Basir Pinangsori. Jangan sampai perusahaan tambang emas itu sampai ke Tapteng,” ungkapnya. Sementara itu Ketua Forum Peduli Tapteng Abdul Rahman Sibuea mengingatkan agar perusahaan penambang jangan coba-coba melakukan ekspansi di Tapteng.

“Kalau bersikeras, kami siap mengusir mereka dari Toga Basir dan dari Tapteng. Kami juga meminta Pemkab Tapteng bersikap tegas dalam hal ini. Tolak, titik,” tandas Abdul Rahman Sibuea. (mora/son)