Bus Pinem Kontra Bus Kota Pinang Baru 2 Tewas 24 Luka Berat

[Foto: Aniko Rambe]
OLAH TKP – Petugas Satlantas sedang melakukan olah tempat kejadian perkara tabrakan yang melibatkan bus Pinem dan bus Kota Pinang Baru.

RANTAU – Dua orang tewas dan 24 luka-luka dalam kecelakaan maut yang melibatkan Bus Pinem nomor polisi BK 7599 A dan Bus Kota Pinang Baru (KPB) bernomor polisi BK 7359 di Jalan Lintas Sumatera Desa Janji, Kecamata Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, Selasa (18/12) dini hari.

Informasi yang dihimpun, tabrakan terjadi ketika Bus Pinem yang melaju dari arah Medan menuju Pekan Baru menabrak pembatas jalan yang berdiri tepat di tengah  Jalinsum Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat.

Akibatnya, ban depan bus Pinem itu terangkat dan supir membanting setir ke arah kanan, bersamaan dari arah berlawanan, datang sebuah Bus KPB trayek Kota Pinang-Medan yang sedang melaju kencang, hingga tabrakan pun tak dapat terhindarkan.

“Bus Pinem melaju dari arah Kota Medan menuju Rantauprapat, sedangkan Bus KPB melaju dari arah Rantauprapat menuju Kota Medan. Tabrakan terjadi ketika Bus Pinem menghantam road berer (pembatas jalan,red), bus Pinem terjungkal dan supir membanting setir ke arah kanan hingga menabrak Bus KPB yang datang dari arah berlawanan,” kata Kasat Lantas Polres Labuhanbatu AKP Faidil didampingi Kanit Patroli Satlantas Polres Labuhanbatu Iptu H Limbong Zikri saat berada di lokasi kejadian.

Dijelaskan Zikri, supir bus KPB Syaiful (40), warga Kota Pinang Kabupaten Labusel dan seorang penumpang wanita yang belum diketahui identitasnya meninggal di tempat kejadian.

“Ada 2 korban tewas di tempat, seorang supir dan seorang penumpang bus KPB. Namun hingga kini identitas jenazah penumpang berjenis kelamin perempuan itu belum kita ketahui, dan masih berada di kamar jenazah RSU Rantauprapat” terang Zikri.

Sementara 24 orang lainya, yang merupakan penumpang bus Kota Pinang Baru yang mengalami luka-luka yakni Ari (17) warga Perbaungan, Sugito (35) warga Indrapura, Koko (44) warga Rantauprapat, Isma Yulia (17) warga Kota Pinang, Kartika (21) warga Medan, Ismail (21) warga Rokan Hilir, Sri Trisnawati (26) warga Kota Pinang, Takwa (21) warga Medan, Johannes Ginting (28) warga Medan, Sri (32) warga Kota Pinang, Butet (19) warga Kota Pinang, Riosha Novita (16) warga Kota Pinang, Hilman Simanjuntak (52) warga Tebing Tinggi, Rosmaida (42) warga Tebing Tinggi, Lonaki Sembiring (34) warga Tebing Tinggi, Fransiska (17) warga Pekan Baru, Nesima (64) warga Perbaungan, Putri (26) warga Kota Pinang, Lindawati (28) warga Kota Pinang, Anita (39) warga Blok Songo Kota Pinang, Adita Peranginangin (24) warga Medan, Amrin (27) warga Asahan, Rukita (41) warga Kota Pinang, Pasha (11) warga Kota Pinang.

“Mereka yang luka-luka sebagian masih dirawat di RSU rantauprapat dan sebahagian lagi sudah kembali pulang,” kata Zikri.

Sementara menurut penuturan dari masyarakat sekitar, pembatas jalan di Jalinsum Desa Janji berpotensi mengakibatkan kecelakaan lalulintas.

Pasalnya, road berer tersebut berada persis di atas puncak jalan menanjak hingga sering tidak terlihat para supir jika melaju dengan kecepatan tinggi.

“Letaknya persis berada di puncak tanjakan. Wajarlah kalau bus Pinem itu menabrak benda itu, karena kalau dari bawah tidak kelihatan,” kata Tono (31), warga Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat.

Ditambahkan Tono, pihaknya berharap Pemkab Labuhanbatu segera melakukan perbaikan letak pembatas jalan agar tidak menjadi ancaman keselamatan bagi pengendara.

“Dishub jangan asal-asal saja pasang pembatas tanpa ada rambu – rambu yang jelas. Kalau sudah kejadian, masyarakat juga yang menjadi korbannya,” katanya. (CR-01)