Calon Kapolri Baru Miliki 4 Tugas Besar

[RAKA Mustafa Ramli/Jawa Pos]
Kapolri Timur Pradopo memberikan keterangan pers terkait calon penggantinya. Menurut Timur, dirinya sudah memberikan pengalaman kepada jenderal bintang 3 yang kemungkinan diangkat menjadi kapolri.

JAKARTA – Kapolri Jenderal Timur Pradopo seyogiyanya akan pensiun pada Februari 2014. Namun pergantian pucuk pimpinan di Korps Bhayangkara itu akan dipercepat di bulan Agustus 2013. LSM Imparsial menilai Kapolri baru nanti yang terpilih mempunyai 4 tugas besar yang harus segera diselesaikan.

”Kita butuh Kapolri baru yang tegas, khususnya dalam menangani kasus kekerasan kelompok minoritas dan kebebasan beragama. Ada 4 tuags besar yang harus dituntaskan Kapolri baru nanti,” ujar Direktur Program Imparsial, Al Araf dalam jumpa pers di kantor Imparsial, Jalan Slamet Riyadi No 19, Matraman, Jaktim, Rabu (19/6).

Al Araf mengatakan empat PR itu adalah isu kekerasan kelompok minoritas dan kebebasan beragama, sengketa Sumber Daya Alam (SDA) yang sarat kekerasan, kekerasan terhadap buruh, terorisme, dan premanisme; dan komitmen untuk berantas korupsi, baik internal maupun eksternal.

Menurutnya, masalah terkait kekerasan terhadap kelompok minoritas dan kebebasan beragama yang ada saat ini sudah cukup parah. Dia mencontohkan masalah sengketa SDA yang memerlukan penanganan yang tepat dan persuasif dari polisi. ”Kalau untuk masalah sengketa SDA, kita butuh Kapolri yang persuasif,” lanjut Al Araf.

Al Araf juga mengatakan pergantian Kapolri harus bebas dari intervensi politik, meskipun pergantian Kapolri menjadi kewenangan presiden.

”Meskipun Presiden punya otoritas untuk memilih Kapolri, tapi pergantian Kapolri tidak boleh dipolitisasi,” tegas Al Araf. Presiden SBY berencana mempercepat pergantian Kapolri. Pergantian ini terkait persiapan pengamanan jelang pemilu 2014. Jika pergantian dilakukan sesuai jadwal tahun depan, waktunya bersamaan dengan penyelenggaraan pemilu.

11 Jenderal Masuk Daftar Calon Kapolri
Bersamaan dengan penggantian Panglima TNI pada Agustus mendatang, Presiden SBY juga akan mengangkat Kapolri baru. Menurut Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ada 11 orang perwira tinggi Polri yang dianggap berpotensi untuk diseleksi sebagai bakal calon pengganti Jend. Timur Pradopo.

”Kami melihat ada 11 sih. Ada tiga yang berbintang tiga dan selebihnya bintang dua,” ujar anggota Kompolnas Adrianus Meliala di Bareskrim Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel.

Menurutnya hingga saat ini Kompolnas berencana akan melakukan finalisasi pada 27-28 Juni. Sementara hasil final akan diserahkan kepada Presiden awal Juli.

”Kapan akan diserahkan ke Presiden dan apakah akan dibuat peringkat atau tidak nanti pada saat finalisasi pada tgl 27-28. Sekitar 2 Juli pada hari Bhayangkara kami kirimkan ke Presiden,” ujarnya.

Di antara sejumlah jenderal bintang 3 di jajaran Kepolisian RI, Komjen Sutarman disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat Kapolri. Nama lain yang masuk hitungan untuk memegang tongkat komando Kapolri adalah Irjen Pol Suparni Parto. Ia bisa disebut jenderal polisi yang sedang meroket. Perwira Tinggi Polri ini baru saja memperoleh kenaikan pangkat menjadi bintang 3 dan menjabat Kabaintelkam Mabes Polri. Selain mereka, tentu masih ada sejumlah kandidat lain yang namanya belum muncul ke permukaan.

Sementara itu, Mabes Polri dikabarkan tengah menyiapkan beberapa jenderal bintang tiga sebagai calon pengganti Kapolri Jenderal Timur Pradopo. (dtc/int)