Dahlan Iskan dan Gelombang Kebangkitan BUMN

SANG PENDOBRAK: Dahlan Iskan dengan latar belakang Bandara Kualanamu, salah satu buah dari pembangkitan semangat korporatisasi BUMN

ISTILAH  Gelombang Kebangkitan BUMN digunakan oleh Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Dr Firmanzah, dalam artikelnya di sebuah harian untuk menggambarkan dinamika dan perkembangan BUMN saat ini (bisa dilihat di www.setkab.go.id 18 Juli 2013).

Jika ditelaah, gelombang kebangkitan BUMN terjadi dalam dua tahun terakhir, dan tidak bisa dilepaskan dari faktor Dahlan Iskan. Dengan pendekatan yang out of the box, Dahlan Iskan adalah sumber energi sekaligus faktor utama yang memacu dan memicu kebangkitan BUMN.

Berikut adalah beberapa kiprah Dahlan Iskan memimpin Kementerian BUMN sejak Oktober 2011.

A.    Memperkuat iklim dan semangat korporatisasi.

BUMN pada hakikatnya adalah perusahaan (korporasi) yang dituntut untuk meraih keuntungan dan mengembangkan bisnis yang berkelanjutan.

Dalam Rakor BUMN 2012 di Yogyakarta, Presiden SBY menegaskan fungsi BUMN sebagai tangan kedua pemerintah untuk melengkapi dan memperkuat tangan pertama yaitu APBN.

  • Menjadi instrumen ketahanan nasional di bidang ekonomi, yakni ketahanan energi & pangan
  • Menjadi penggerak pertumbuhan bagi perekonomian nasional
  • Menjadi instrumen tugas kepeloporan dan kebanggaan nasional.

Langkah konkret yang dilakukan Dahlan Iskan menjawab tugas itu, antara lain :

  1. Mengurangi campur tangan Kementerian BUMN dengan menekan seminimal mungkin rapat-rapat BUMN di Kementerian. Jumlah rapat di Kementerian turun drastis hingga 70 persen.
  2. Memberi keleluasaan Direktur Utama BUMN untuk membentuk dream team di jajaran direksi, sekaligus keleluasaan penuh untuk mengembangkan inisiatif bisnis. Mendorong Direksi untuk mampu, lugas dan cepat mengambil keputusan serta menjalankan proses bisnis.
  3. Melarang BUMN tergantung proyek-proyek pemerintah. BUMN  didorongmasuk ke pasar terbuka. Selain rawan KKN, ketergantungan kepada proyek pemerintah menyebabkan daya saing BUMN menurun. Jika harus masuk ke proyek pemerintah, nilai proyek harus di atas Rp 25 miliar untuk memberi kesempatan perusahaan swasta kecil/menengah, berkembang. \
  4. Mendorong BUMN untuk tidak tergantung kepada dana APBN. Investasi sejumlah proyek besar sepenuhnya dari dana internal BUMN dan pinjaman bank. Antara lain :                                                                                             a. Proyek pembangunan New Tanjung Priok senilai Rp 40 triliun.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           b.  Renovasi Bandara Ngurah Rai Bali, Bandara Sepinggan Balikpapan,  pembangunan Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya senilai Rp 5,8 triliun.                                                                                                                                       c. Pembangunan tol atas laut Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa senilai Rp 2,4 triliun.
  5. Seluruh proyek itu akan tuntas pada 2013.
  6. Melarang BUMN untuk meminta dana Penyertaan Modal Negara (PMN). Dahlan menganggap, PMN lebih urgen bagi upaya seperti pendidikan dan pengentasan kemiskinan. Direksi BUMN didorong kreatif kembangkan ikhtiar bisnis untuk memperoleh pendanaan. Bahkan, PT Merpati Nusantara yang sekarat pun pun tidak boleh mengajukan dana PNM, PMN hanya diizinkan untuk BUMN yang menjalankan tugas strategis dari pemerintah, seperti PT Hutama Karya (Persero) yang ditugaskan membangun jalan tol lintas Sumatera, atau Perum Jamkrindo yang mendapat penugasan untuk penjaminan kredit pengusaha kecil. Jika ada BUMN mengajukan PMN tanpa alasan strategis, direktur utamanya  akan dipecat. Hasilnya, 10 BUMN yang mau mengajukan PMN, menarik kembali rencana mereka.
  7. Menjaga dan membersihkan BUMN dari segala bentuk intervensi non-korporasi. Keberanian Dahlan Iskan berkonfrontasi dengan DPR dalam isu pemerasan oleh anggota DPR terhadap sejumlah BUMN secara langsung merupakan bentuk perlindungan atas independensi BUMN dalam memutuskan dan menjalankan proses bisnis dari intervensi politik.
  8. Dahlan Iskan menjaga dan membentengi direksi yang berkinerja baik dan memberi kontribusi besar bagi masyarakat. Sebagai contoh, berbagai gebrakan radikal Dirut PT KAI Ignasius Jonan dalam menertibkan stasiun KA di Jabodetabek menyebabkan banyak pihak di legislatif, pemerintahan, juga LSM dan kampus gerah. Mereka mendesak Dahlan untuk menegur, memperingatkan, dan bahkan mencopot Jonan dari jabatannya. Namun Dahlan tidak menggubris. Dia bahkan mendorong Jonan untuk terus melaksanakan agenda penertiban dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Konsistensi dalam memperkuat iklim korporatisasi telah menumbuhkan semangat dan gairah baru kalangan direksi BUMN untuk unjuk kinerja dan dan kontribusi terbaik, tanpa kekhawatiran bayang-bayang intervensi politik dan birokrasi . Inilah era yang memungkinkan para direksi BUMN leluasa berkreasi dan berinovasi untuk meningkatkan nilai perusahaan.

Hasilnya, dalam dua tahun terakhir sejumlah BUMN mampu  menunjukkan lompatan kinerja yang sangat signifikan. Di antaranya:

  1. PT Pertamina mencatat laba bersih Rp 25 triliun (2012), terbesar dalam sejarah perseroan. Pertamina menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia di Fortune Globar 500. Dengan kata lain,Pertamina lebih baik dari perusahaan nasional swasta mana pun di Indonesia.
  2. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menjadi salah satu airliner terbaik di dunia;
  3. Bank BRI dan Mandiri membukukan laba bersih jauh di atas bank swasta terbesar;
  4. Sejumlah BUMN mengembangkan ekspansi ke luar negeri, di antaranya PT Telkom (Persero) Tbk, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Timah (Persero) Tbk;
  5. Sejumlah BUMN yang bergerak dalam public service mampu meningkatkan pelayanan secara signifikan, yaitu PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT ASDP (Persero);
  6. BUMN makin kreatif mengembangkan sinergi bisnis untuk mengerjakan proyek-proyek besar seperti pengembangan pelabuhan Belawan Medan, proyek jalan tol atas laut Bali, pembangunan pelabuhan besar di Sorong, Papua, dan pengembangan kereta api Bandara Kuala Namu Medan dan Soekarno Hatta Jakarta.
  7. BUMN kecil seperti PT Batan Teknologi (Persero) didorong dan difasilitasi untuk menjadi produsen nuklir kesehatan kelas dunia.

B.    Membersihkan BUMN dari praktik KKN dan praktik tak terpuji lainnya. 

    1. Melarang BUMN untuk tergantung kepada proyek pemerintah
    2. Langsung mencopot direksi BUMN yang  ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi;
    3. Mengganti direksi BUMN yang terbukti menyalahgunakan fasilitas perusahaan untuk kepentingan pribadi dan keluarga yangtak ada kaitan dengan perusahaan.

C. Membangkitkan BUMN mati suri akibat akumulasi kerugian bertahun-tahun

    1. PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Makassar
    2. PT Kertas Letjes
    3. PT Boma Bisma Indra dan PT Barata (keduanya disinergikan dalam bentuk konsolidadi operasional)
    4. PT Djakarta Lloyd
    5. Khusus untuk PT Merpati Nusantara Airlines proses restrukturisasi yang diikuti dengan leadership reform tengah berlangsung dan mulai menunjukkan tanda-tanda recovery setelah sejumlah kreditur BUMN dengan fasilitator Dahlan Iskan bersedia mengubah piutang mereka menjadi penyertaan modal.

Dalam menyelesaikan persoalan di sebuah BUMN, Dahlan tidak hanya mengeluarkan kebijakan dari belakang meja, tapi juga datang, melihat langsung persoalan yang ada, berdialog dengan direksi dan karyawan, dan mencarikan solusi serta jalan keluar.

Tahun 2012 terdapat 16 BUMN rugi dengan total kerugian Rp 1,49 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan perbaikan dibanding tahun sebelumnya. Tahun 2011 terdapat 24 BUMN rugi dengan total kerugian mencapai Rp 3,54 triliun.  (hadi mustofa/bumntrack for medcen)