Dana Beasiswa Untuk Anak Miskin Bertambah

[RAKA Mustafa Ramli/Jawa Pos]
Mendikbud M Nuh memberikan keterangan pers terkait rencana pemerintah menambah kuota dana beasiswa untuk siswa miskin.

JAKARTA – Menteri Kebudayaan dan Pendidikan (Mendikbud) M Nuh menyebut kuota beasiswa untuk anak miskin bakal bertambah. Semua siswa miskin dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Umum (SMU) akan mendapatkan bantuan.

”Ada 13.5 juta anak miskin yang terdata mulai SD sampai SMA/SMK. Satuannya pun kita naikkan” ujar M Nuh di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (18/6).

Untuk siswa SD akan menerima beasiswa sebesar Rp 450 ribu pertahun, dari sebelumnya Rp 360 ribu. Untuk tingkat SLTA Rp 750 ribu dari kuota terdahulu sebesar Rp 500 ribu dan SMA/SMK akan menerima dana sebesar Rp 1 juta dari kuota sebelumnya berjumlah Rp 750 ribu.

”Sekarang kita sedang sinkronisasi data dari TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penangulangan Kemiskanan) tadi itu. Di data ini ada nama kepala rumah tangga, alamat ada, nama anak juga ada. Usianya berapa. Tapi tidak selamanya usia sekolah anaknya sekolah. Karena itu, usia anak sekolah itu kita kawinkan dengan data yang dimiiki Dikbud,” papar M Nuh.

”Data pokok pendidikan. Nama anak, sekolah di mana saja, nomor induknya, alamatnya di mana. Kita kawinkan, plek. Ketemulah di situ. Sekarang ini kita matangkan di situ,” sambungnya lagi.

Subdisi ini akan langsung diberikan kepada anak penerima beasiswa. M Nuh memperkirakan, akhir Juli dana tersebut sudah dapat dibagikan, kecuali bagi siswa baru.

”Sebelum tahun ajaran baru kita belum tahu. Tapi yang kelas dua ke atas, itu sudah bisa kita dapatkan, kita exercise,” tegasnya.

Dikucurkan Bulan Juli
DANA bantuan siswa miskin (BSM) yang disalurkan pemerintah untuk membantu biaya pendidikan anak-anak dari keluarga miskin tahun ini, akan dikucurkan bulan Juli mendatang.

Direktur Jenderal (Dirjen) pendidikan menengah( Dikmen) kemdikbud, Hamid Muhammad mengatakan, pemerintah sudah menetapkan unit cost maupun jumlah penerima BSM tahun ini mengalami peningkatan.

“Sekarang SD kan Rp.350 ribu per tahun, SMP Rp.560 ribu, dan SMA Rp.1 juta. Kalau unit cost yang bertambah itu SD dan SMP saja. Jadi BSM SD menjadi Rp.450 ribu per siswa per tahun, SMP menjadi Rp.750 ribu, dan SMA/SMK tetap,” kata Hamid. Sedangkan jumlah penerima BSM menurutnya mengalami kenaikan signifikan. Kalau saat ini siswa SD penerima BSM hanya sekitar 3 juta siswa, akan bertambah lima juta lagi, sehingga menjadi 8,5 juta siswa.

Kemudian untuk SMP yang saat ini penerimanya sekitar 1,6 juta naik menjadi 4 juta siswa penerimanya. Begitu juga di tingkat SMA/SMK, meski unit costnya tetap, jumlah penerimanya meningkat dari 1,1 juta menjadi 1,87 juta siswa.

“Jadi jumlahnya memang sangat signifikan. Sehingga penerima BSM dari SD sampai SMA itu ada 14 jutaan anak dari keluarga miskin. Tapi total anggarannya saya tidak ingat persis,” jelasnya. (dtc/int)

Komentar