Dana Sertifikasi Guru Labusel Tahun 2012 Belum Dibayarkan

KOTAPINANG – Dana sertifikaasi guru Kabupaten Labuhanbatu Selatan senilai Rp5,3 miliar untuk tahun 2012 sampai saat ini belum dibayarkan. Dari total Rp9,8 miliar danar sertifikasi tahun 2012, hanya Rp4,5 miliar yang telah disalurkan kepada guru, sisanya masih mengendap di Kas Daerah Pemkab Labusel.

Kabag Humas Setdakab Hasan Basri Harahap, kepada METRO, Kamis (21/2) mengatakan, tergendalanya pembayaran tunjangan sertifikasi guru dipertengahan tahun 2012 disebabkan tidak terealisasi perubahan APBD tahun 2012, sehingga dana tersebut masih tersimpan di kas daerah. Terpisah Kabid Program Dinas Pendidikan Labusel Jumiran mengatakan, guru sertifikasi tahun 2012 meningkat jumlahnya dibandingkan tahun 2011. Sehingga terjadi kekurangan dana sertifikasi karena penambahan guru sertifikasi sebanyak 450 orang.

Dijelaskannya, untuk penyaluran dana sertifikasi seharusnya melalui APBD atau pun  perubahan APBD. Dana sertifikasi belum dikeluarkan karena tidak ada ditampung di perubahan APBD. “Kalau keluar kami pun senang. Disdik tidak ada untuk menahan-nahan dana tersebut. Karena dana tersebut, masuk ke rekening kas daerah melalui Dispenda,” kata Jumiran.

Sementara Kepala Cabang Kejaksaan Kotapinang Iwan Ginting, ketika dikonfirmasi terkait dugaan korupsi di Labusel mengatakan, pihaknya siap untuk membuka pintu bagi siapa saja yang menemukan adanya dugaan korupsi disetiap instansi  di Kabupaten  Labuhanbatu Selatan.

Ketika disinggung ada beberapa anggota kejaksaan mendatangi Dinkes Labusel, terkait kasus dugaan korupsi  dana alkes tahun 2012 senilai Rp10 miliar, Iwan mengaku, memang benar ada namun bukan terkait kasus alkes, melainkan ada kasus yang lain dan belum bisa diinformasikan.

“Kasus  alkes  senilai Rp10 miliar itu sudah ditangani pihak Poldasu tetapi tidak ada salahnya kalau memang ada datanya, pasti akan kita tindak lanjuti,” kata Iwan. (mhr)

Komentar