Debut Impresif Marquez

Marc Marquez membuktikan diri sebagai pebalap jempolan. Rookie MotoGP ini berhasil jadi juara di sirkuit yang belum dikenalnya, Laguna Seca dan menasbihkan diri sebagai juara paruh kompetisi MotoGP 2013.

Begitu lampu start menyala, sang peraih pole seater Stefan Bradl langsung melesat. Valentino Rossi yang menghuni start keempat juga berhasil menyodok ke posisi dua, diikuti Marc Marquez, Jorge Lorenzo, Alvaro Bautista, Dani Pedrosa, dan Cal Crutchlow di posisi tujuh besar.

Lap kedua, Bautista berhasil melewati Lorenzo yang belum sepenuhnya pulih dari cedera tulang selangka kiri. Dua lap kemudian atau lap keempat, giliran Marc Marquez yang mencuri perhatian.
Penampilan agresifnya membuat Rossi kesulitan menutup celah, sehingga berhasil dimanfaatkan rookie asal Honda untuk menyalip di sebuah tikungan, walau harus sedikit keluar dari lintasan.

Usai melewati Rossi, Marquez kini fokus mengejar Bradl yang mulai menjauh. Sementara itu, Rossi kini mendapat tekanan dari Bautista dalam perebutan tempat ketiga.

Di baris ketiga, tersaji pertarungan dua pebalap cedera, Lorenzo yang mendapat perlawanan sengit dari Pedrosa yang juga belum pulih dari cedera bahu. Setelah 11 lap membuntuti, Pedrosa akhirnya sukses meng-overtake Lorenzo untuk mengklaim posisi lima.

Lap demi lap berjalan, Marquez berhasil memangkas jarak dengan Bradl hingga akhirnya dia berhasil memanfaatkan kelengahan Bradl di lap ke-19 untuk mengambil alih kendali balapan.
Di baris kedua, Rossi juga mulai kewalahan meladeni perlawanan Bautista yang terus menguntit tepat di belakangnya. Di tempat lain, Pedrosa mulai membuka jarak dengan Lorenzo yang terlihat kesulitan memacu M1 andalannya secara maksimal.

Memasuki 10 lap terakhir, Marquez mulai meninggalkan Bradl dan nyaman memimpin balapan di sirkuit yang baru kali ini ‘dikenalnya.’  Marquez unggul 1,5 detik dari Bradl dan 5 detik dari The Doctor di tempat ketiga.

Marquez kian mempertegas dominasinya dengan memperlebar jarak menjadi 2 detik dari Bradl di tiga lap tersisa. Sementara itu, Rossi masih berjuang keras menahan tekanan Bautista untuk mengamankan podium ketiga.

Lap terakhir, Marquez tak lagi tersentuh untuk kemudian mengklaim kemenangan pertama dalam debutnya di Laguna Seca. Bradl, meski gagal jadi pemenang, bisa sedikit sumringah karena berhasil meraih podium pertamanya sejak berlaga di kelas premier, musim lalu.

Sang legenda hidup, VR46 akhirnya juga berhasil memenangi pertempuran untuk mengisi podium terakhir. Bautista di posisi empat, diikuti Pedrosa dan Lorenzo di posisi enam. Pebalap Monster Yamaha Tech 3, Cal Crutchlow menempati posisi tujuh, diikuti duo Ducati, Nicky Hayden dan Andrea Dovizioso serta Hector Barbera di sepuluh besar.

Dengan kemenenangan ini, Marquez pun berhak menutup paruh kompetisi musim ini sebagai pemuncak klasemen pebalap. Pasalnya, seri ke 10 baru akan kembali digelar pada 18 Agustus 2013, di Indianapolis, Amerika Serikat. Juara dunia Moto2 musim lalu ini mengoleksi 163 poin, atau unggul 16 poin dari rekan setimnya Pedrosa (147) di tempat kedua. Lorenzo berada di tempat ketiga dengan 137 poin diikuti Rossi dengan 117 poin.

Terinspirasi Rossi
Marc Marquez kembali menjadi sorotan usai gelaran MotoGP AS di Sirkuit Laguna Seca. Selain karena suksesnya jadi pemenang di sirkuit yang baru dikenalnya, Marquez juga menyita perhatian penonton lewat aksi nekatnya saat menyalip Valentino Rossi.

Kejadian tersebut terjadi pada lap keempat, di mana Marquez menyalip Rossi saat keduanya coba melahap tikungan ‘S’ yang berbukit. Marquez dengan nekat meng-overtake Rossi di tikungan yang cukup sempit dan naik turun tersebut. Motor kedua pembalap ini bahkan nyaris bersenggolan meski akhirnya Rossi mengalah dan memberikan jalan untuk Marquez yang sempat keluar lintasan.

Terkait aksi nekatnya tersebut, Marquez mengaku terinsipirasi Valentino Rossi yang sempat melakukan hal serupa kepada Casey Stoner pada musim 2008. Saat itu, Rossi yang membela Yamaha juga menyalip Stoner (Ducati) di tempat yang sama dan dengan cara yang nyaris sama dengan yang dilakukan Marquez.

“Saya sudah katakan kepadanya (Rossi) bahwa saya akan membayar hak cipta! Ketika saya melihat video balapan pada 2008, saya berpikir maneuver itu mustahil dilakukan. Tapi, saat saya berada di sana saya sengaja sedikit mengendurkan pengereman, karena di sana tidak ada space dan saya berhasil melewatinya (Rossi) di tempat yang sama,”  ujar Marquez dikutip Crash.

“Aksi overtake yang dilakukannya (Rossi) pada 2008 lebih baik, karena itu sedikit berbeda. Tapi tidak apa-apa, saya tetap menikmatinya,” tandas Marquez. (int)

Komentar