Di Palas, Golput Pemenang

PALAS – Suara Golput di Kabupaten Palas mencapai 40 persen. Bahkan Golput menjadi pemenang Pilgubsu di Palas. Pasalnya, pasangan peraih suara terbanyak yaitu CH-Fadly hanya mengumpulkan 32,39 persen suara.

Sesuai data yang diperoleh METRO dari hasil hitungan cepat Desk Pilgubsu Pemkab Palas, Jumat (8/3), pasangan CH-Fadli menang dengan suara 32,39 persen, kemudian pasangan GusMan 29,41 persen, Ganteng 26,44 persen, Amri-RE Nainggolan 5,99 persen dan ESJA 5,77 persen.

Disebutkan Sekretaris Desk Pilgubsu Pemkab Palas Gunung Tua Hamonangan Daulay, Golput mencapai 40 persen versi hitungan cepat pihaknya. Jumlah DPT Pilgubsu Palas 150.656. Sedangkan jumlah TPS sebanyak 484 TPS dengan memiliki 12 kecamatan.

“Kalau hasil hitungan cepat kita, 40 persen Golput Palas dan menang CH-Fadly dengan raihan suara 32,39 persen,” terang Gunung Tua Hamonangan Daulay.

Ketua KPUD Palas Elpin Hamonangan Harahap mengatakan, pihaknya akan memulai rapat pleno penghitungan suara Sabtu (9/3). Dan sesuai hasil laporan sementara, Golput mencapai 30 persen.

“Partisipasi masyarakat memang rendah, hitungan sementara kita mencapai 30 persen Golput. Sedangkan untuk pemenang Pilgubsu di Palas, kita masih akan menghitungnya secara manual, sesuai aturan yang ditetapkan,” terangnya.

Dari keterangan masyarakat yang Golput, alasan tidak memilih, karena mengaku tidak ada yang jelas dari para tim sukses calon ini, baik dari dana maupun hal lainnya. “Tidak jelas tim suksesnya, makanya kita malas milih, bagusan Golput saja,” jelas Siregar.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kabupaten Palasm Abdul Rahman Daulay, ketika dihubungi terkait pelaksanaan Pilgubsu di Kabupaten Palas, berjalan baik. Dan sampai saat ini tidak ada kejanggalan yang berarti. “Dan sampai saat ini tidak ada kejanggalan berarti yang ditemukan,” terangnya.

Pemilih di Madina 54 Persen
Jumlah pemilih di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang ikut menyoblos pada Pilgubsu yang digelar Kamis (7/3) lalu, hanya mencapai 54 persen. Artinya, ada 46 persen tidak memilih atau golput. Jumlah yang terdaftar di DPT 285.009 pemilih dan warga yang memberikan hak suaranya hanya 153.077 orang.

“Berdasarkan perolehan suara sementara, tingkat rata-rata partisipasi pemilih di 23 kecamatan di Madina hanya sekitar 54 persen. Yang paling tinggi partisipasinya Kecamatan Pakantan 96 persen, sementara kecamatan terendah partisipasinya adalah Panyabungan Utara,” ujar Budiman Nasution, Ketua Desk Pilkada Madina, Jumat ( 8/3).

Menurutnya, jumlah pemilih sesuai daftar pemilih tetap (DPT) yang dikeluarkan KPUD setempat tercatat sebanyak 285.009  jiwa, yang memberikan suaranya pada 733 TPS yang tersedia di 23 kecamatan hanya  153.077 jiwa. Dengan rincian 149.576 suara sah dan 3.501 suara tidak sah.

Kata Budiman, hal ini disebabkan banyak hal, misalnya pemilih yang ada di DPT tidak berada di Madina sehingga tidak memberikan hak suaranya. “Banyak hal yang menjadi kemungkinan penyebab rendahnya partisipasi pemilih,” ujarnya.

Lalu, dirincikan Budiman, di Kecamatan Panyabungan, tingkat partisipasi pemilih hanya berkisar 46 persen, Panyabungan Barat 59 persen, Panyabungan Timur 57 persen, Puncak Sorik Marapi 65 persen, Tambangan 72 persen, Kotanopan 64 persen, Ulupungkut 61 persen, Pakantan 96 persen.

Kemudian di Kecamatan Muarasipongi tingkat partisipasi pemilih sekitar 63 persen, Batang Natal 70 persen, Lingga Bayu 60 persen, Ranto Baek 70 persen, Panyabungan Selatan 60 persen, Lembah Sorik Marapi 51 persenn, Siabu 47 persen, Bukit Malintang 49 persen.

Selanjutnya, Kecamatan Naga Juang sekitar 60 persen, Hutabargot 76 persen, Panyabungan Utara 38 persen, Natal 54 persen, Batahan 53 persen, Sinunukan 59 persen dan Muara Batang Gadis sementara baru 21, sebab total suara semuanya belum masuk ke desk Pilkada.

Dan, berdasarkan rekapitulasi perolehan suara sementara, pasangan Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nurady (Ganteng) memeroleh 59.159 suara atau 38,6 persen. Disusul pasangan nomor urut 1 Gus Irawan Pasaribu–Soekirman memperoleh 50.236 suara atau 32,8 persen, dan disusul lagi pasangan nomor urut 3 Chairuman Harahap-Fadli Nurzal memeroleh suara sebanyak 25.013 atau 16,3 persen.

Kemudian pasangan nomor urut 4 Amri Tambunan-RE Nainggolan memeroleh 9.407 suara atau 6,1 persen. Dan terakhir pasangan nomor urut 2, Efendi Simbolon-Jumiran Abdi memeroleh suara sebanyak 6.051 atau 4 persen.

“Partisipasi pemilih saat ini masih 53,7 persen karena sejumlah TPS di Kecamatan Muara Batang Gadis belum masuk, disebabkan sulitnya transportasi dan komunikasi di sana. Jika semua sudah masuk kami perkirakan partisipasi pemilih semuanya 54,5 persen.

Dan jumlah perolehan suara masing-masing pasangan calon ini masih bersifat sementara,” tambah Budiman.

Hanya 52 Persen
Sedangkan tingkat kehadiran pemilih di Kota Padangsidimpuan (Psp) hanya sekitar 52 persen. Dari total DPT Pilgubsu sebanyak 147.468 suara, total suara yang masuk hanya 72.272 suara. Hal ini menjadi pertanyaan bagaimana sosialisasi yang sudah dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Psp sebelum hari H pemilihan.

Ketua Pekerja Sosial (Peksos) Tabagsel Baun Aritonang menyayangkan tingkat kehadiran partisipasi pemilih di Kota Psp yang sangat rendah. Menurut pantauan yang dilakukannya di sejumlah TPS di Kota Psp rata-rata tingkat kehadiaran masyarakat sekitar 50 persen.

“Sebuah angka yang memperihatinkan dan menunjukkan ada yang salah dari pelaksanaan ini,” sesalnya, Jumat (8/3). Hal ini katanya bisa menjadi indikator bahwa masyarakat yang kurang peduli atas hak pilihnya atau bisa saja dikarenakan stakholder atau pelaksana pilgubsu yang tidak optimal dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat kurang pro aktif menyalurkan hak pilihnya.

“Sangat kita sayangkan kurangnya sosialisasi yang dilakukan KPU, padahal anggarannya ada, dikemanakan itu anggarannya. Hal ini bisa menjadi salah satu sebab rendahnya partisipasi masyarakat dalam menyalurkan hak pilihnya sehingga tingkat kehadiran masyarakat sangat rendah masa cuma 50 persen,” keluhnya.

Padahal anggaran untuk sosialisasi, kata Baun, mencapai ratusan juta yang bersumber dari APBD tingkat I yang diperuntukkan untuk melakukan sosialisasi dengan tujuan agar kejadian seperti ini tidak terjadi.

“Kita pertanyakan kenapa sampai terjadi begini. Meskipun sebenarnya hal ini bukan hanya terjadi di Kota Psp saja tetapi juga didaerah lain. Tapi seharusnya hal ini sudah bisa diantisipasi dini dan itulah gunanya sosialisasi itu dilaksanakan,” katanya.

Sementara itu Ketua KPU Psp Mudzakkir Khatib Siregar MA membenarkan tingkat kehadiran pemilih hanya sekitar 52 persen di Kota Psp. Namun, ia membantah jika hal itu terjadi karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan pihaknya.

“Sosialisasi sudah kita lakukan sebelum pilgubsu di semua kecamatan dan juga sekolah-sekolah serta kepada seluruh penyelenggara. Sebenarnya kita menduga rendahnya kedatangan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya karena Kota Psp baru saja melakukan pilkada yang mana tim kampanye pilkada jauh lebih intens mensosialisasikan usungannya sedangkan di pilgubsu hanya sekdar sehingga anti klimaks dibandingkan pada saat pilkada lalu,” jelasnya.

Kabag Adpem Pemko Psp Marajoni mengatakan dari hasil akhir hitung cepat yang mereka lakukan dari total DPT pilgubsu sebanyak 147.468 suara, total suara yang masuk dan sudah dihitung hanya sebanyak 72.272 suara.

Dengan rincian perolehan suara nomor urut 1 pasangan Gusman meraih 30.915 suara atau 42,78 persen, pasangan nomor 2 Esja meraih 6.500 suara atau 8,99 persen, pasangan nomor 3 Charly meraih 11.163 suara atau 15,45 persen, pasangan nomor 4 Amri-RE meraih 2.944 suara atau 4,07 persen dan pasangan nomor 5 Ganteng meraih 20.750 suara atau 28,71 persen.  (phn/wan/amr)