Distributor Janji Tarik Susu Formula

 

Jika Hasil Laboratorium Terbukti Beracun

(FOTO: Ahmad Efendi) KERACUNAN- Warga berkumpul di rumah Ririn, orangtua dari tiga abang beradik yang keracunan susu formula saat ketiga bocah itu diantar pulang ke rumah.

(FOTO: Ahmad Efendi)
KERACUNAN- Warga berkumpul di rumah Ririn, orangtua dari tiga abang beradik yang keracunan susu formula saat ketiga bocah itu diantar pulang ke rumah.

RANTAU–Pihak distributor susu formula di Rantauprapat berjanji akan secepatnya menarik susu yang mengandung bakteri yang meracuni 3 kakak beradik, Ardiansyah Hasibuan (3 tahun 5 bulan), Rido (2), dan Rafa (10 bulan) warga Sigambal Rantauprapat.

Pihak distributor juga mengaku sudah memberitahukan masalah keracunan 3 bocah ini kepada Prinsipal Produsen susu PT Sari Husada. “Kami sudah sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Prinsipal Produsen susu  PT Sari Husada. Kami juga segera menarik susu tersebut dari konsumen, dan susu yang terindikiasi beracun tersebut akan diambil untuk di tes laboratorium. Jika terbukti beracun maka perusahaan akan bertanggung jawab kepada keluarga korban,” kata kepala distributor susu formula di Rantauprapat Syafii, Rabu (8/8).

Hanya saja Syafii mengaku untuk menarik seluruh susu tersebut dari pasaran harus menunggu persetujuan dari pihak produsen susu. Karenanya Syafii meminta warga untuk bersabar.

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah minum susu formula untuk balita, 3 kakak beradik anak penjual kolang kaling keracunan, Kamis (2/8) lalu. Ririn ibu ketiga bocah malang itu mengatakan, kejadian yang menimpa ketiga anaknya berawal saat dirinya membeli susu di apotik Lestari Pekan Sigambal Ujung.  Setelah membeli susu, Ririn langsung bergegas pulang dan membuatkan susu untuk anaknya.

“Pertama saya kasih susu itu kepada Rafa, sepuluh menit kemudian anak saya Rido dan Ardiansyah meminta susu. Karena saya tak punya uang lagi, saya kasih lah susu adiknya yang paling kecil kepada abangnya. Setelah 30 menit kemudian anak saya Rafa badannya kejang-kejang dan mengeluarkan buih dari mulutnya, saya pun langsung minta

tolong kepada tetangga saya untuk membawa ke rumah sakit terdekat. Setibanya di rumah sakit, anak saya Ardiansyah dan Rido pun mengalami hal yang sama seperti adiknya,” kata Ririn. Oleh dr Suwarni ketiga anak tersebut langsung diperiksa. Setelah memeriksa ketiga bocah malang itu, dr Suwarni bertanya kepada Ririn.

“Dikasih makan apa anaknya ibu? Lalu saya jawab, susu formula. Kemudian dokter itu menyuruh saya untuk mengambil susu tersebut. Setelah dilihat dokter itu, lalu dokter itu berkata kalau susu itu beracun,” kata Ririn. Ririn menambahkan, setelah mendapat penjelasan dari dr Suwarni soal susu tersebut, Ririn lalu mendatangi Apotik Lestari Pekan Sigambal Ujung. Ririn meminta pihak apotik bertanggung jawab atas kasus yang menimpa ketiga anaknya. Namun pihak apotik buang badan dengan alasan mereka hanya menjual susu.

Terpisah R Nainggolan (25) pemilik apotik membenarkan jika Ririn telah membeli susu tersebut di apotiknya. “Saya heran dengan susu yang dibeli ibu Ririn. Kenapa cuma ibu itu saja yang mengalaminya, sementara pelanggan yang lain tidak mengalaminya. Kalau dilihat tanggal kadaluarsanya, berakhir tahun 2014. Kami sudah melaporkan hal tersebut kepada pihak distributor,” kata R Nainggolan.

Terpisah, dr Suwarni saat dikonfirmasi, membenarkan telah terjadi keracunan kepada 3 orang anak yang mengkonsumsi susu beracun. Dokter tersebut juga mengingatkan kepada pengkonsumsi susu formula agar dapat membedakan susu beracun dengan  tidak beracun.

Menurut dr Suwarni, jika aroma susu saat diberi air panas mengalami bau yang aneh, berarti susu tersebut sudah menganduk bakteri.  Para Ibu Takut Beli Susu Formula Ardiansyah Hasibuan, Rido, dan Rafa warga Sigambal Rantauprapat yang keracunan susu formula diantar pulang ke rumah oleh pihak rumah sakit tempat mereka dirawat, Rabu (8/8). Insiden yang dialami ketiga bocah malang ini membuat para ibu di Sigambal jadi takut untuk memberikan anaknya yang masih balita minum susu formula.

Pantauan METRO, pulangnya ketiga bocah malang itu membuat rumah orangtua mereka ramai dikunjungi warga. Mobil ambulans dengan plat polisi B 7260 OK. Beberapa ibu rumah tangga yang datang ke rumah ketiga bocah malang itu yakni Ratna (30), Sari (40) mengaku mereka sengaja datang ke rumah Ririn (30) ibu dari ketiga bocah malang itu untuk melihat kesehatan Ardiansyah, Rido dan Rafa.

Ratna dan Sari mengaku, saat ini mereka takut untuk memberikan anak mereka minum susu formula. Karena mereka takut jika peristiwa yang dialami ketiga bocah malang itu juga akan terjadi kepada anak-anak mereka. Senada dikatakan Tukiyem (40). Menurut Tukiyem, sejak membaca pemberitaan tentang 3 bocah yang keracunan susu formula membuat warga jadi takut memberikan anak-anak mereka minum susu formula.

“Kami sangat takut dengan peredaran susu beracun. Mungkin sekarang anak ibu Rini yang menjadi korban, besok bisa jadi giliran anak kami,” katanya. Tukiyem, Sari dan Ratna berharap agar pemerintah melalui Dinas Kesehatan Pemkab Labuhanbatu dan Balai BPOM agar melakukan pengawasan terhadap peredaran susu formula yang masuk ke Rantauprapat. Terpisah, Kadis Kesehatan Pemkab Labuhanbatu dr Alwi mengatakan, kasus ini masih ditangani.

“Kita masih tunggu hasil uji labolatorium hasil dari susu tersebut. Jika terbukti beracun, maka kita akan beri tindakan tegas kepada perusahaan susu tersebut. (cr2)