Ditinggal Pacar Setelah Hamil Dua Bulan

Bunga membuat pengaduan di ruang SPK Polres Labuhanbatu.

RANTAU – Setelah mengetahui telah hamil dua bulan, Bunga (17), bukan nama sebenarnya, memberitahukan kepada pacarnya KSM (22). Pada awalnya KSM berjanji akan menikahi, namun belakangan menolak bertanggungjawab, akhirnya KSM dilaporkan.

Informasi yang dihimpun di Mapolres Labuhanbatu, Rabu (9/10), KSM, pemuda pengangguran warga Bangun Sari, Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir dilaporkan Ibunya SM (41) ke polisi karena dituduh menghamili Bunga, warga perkebunan PT Socfindo, Negeri Lama.

KSM dan Bunga mulai menjalin hubungan asmara sejak 4 bulan yang lalu. Setelah 2 bulan menjalin hubungan, tepatnya Agustus 2013 lalu, sepasang kekasih itu nekat berhubungan intim layaknya suami istri. Pengakuan Bunga, hubungan terlarang itu sudah 2 kali mereka lakukan. “Selama pacaran, kami sudah 2 kali melakukan gituan. Kami melakukannya di kebun sawit tak jauh dari rumahku,” terang Bunga kepada METRO.

Bunga mengaku rela menyerahkan keperawanannya kepada kekasihnya KSM karena perasaan cinta. Dan ternyata, hubungan intim yang mereka lakukan membuat Bunga hamil dan kini telah berusia 2 bulan. Awalnya, Bunga yang hanya lulusan SMP itu merahasiakan kehamilannya kepada keluarga dan kedua orangtuanya. Namun perut Bunga yang semakin membuncit membuat ibu kandungnya SM (41) curiga.

Hingga akhirnya, pada Senin (7/10) lalu, Bunga diinterogasi ibunya, mengakui kalau dirinya telah mengandung anak dari kekasihnya KSM. Mendapat pengakuan dari putrinya itu, SM kemudian mendatangi KSM dirumahnya dan meminta pertanggungjawaban untuk menikahi putri keempatnya itu.

“Waktu saya datangi ke rumahnya, KSM mengaku akan menikahi Putri saya. Tapi dua hari kemudian saya datangi lagi, dan dia sudah menolak bertanggungjawab,” kata SM.
Kesal dengan KSM, SM dan putrinya melaporkan pemuda pengangguran itu ke Mapolres Labuhanbatu.

Sementara Kasubag Humas Polres Labuhanbatu AKP MT Aritonang mengatakan, pihaknya masih memproses laporan Bunga dan ibunya. “Masih memintai keterangan dari saksi korban,” kata Aritonang. (nik)