Dituduh Selingkuh, Suami Pukuli Istri

[Foto: Samuel]
Terdakwa JB saat meminta maaf kepada istrinya EB usai sidang di Pengadilan Negeri Sibolga, Selasa (30/4).

SIBOLGA – Gara-gara dituding selingkuh, JB (35) tega memukul istrinya EB (34) di kediaman mereka di Desa Sarma Nauli, Kecamatan Manduamas, Tapteng, Senin (28/1) lalu. Tidak terima diperlakuan seperti itu, EB melaporkan JB ke Polsek Manduamas dan polisi pun membekuk JB untuk diproses lebih lanjut hingga sampai di Pengadilan Negeri Sibolga.

“Aku tidak ada selingkuh dengan siapapun pak hakim, kalaupun saya punya teman perempuan, itu kusengaja hanya untuk memancing-mancing atau memanas-manasi istriku yang diduga selingkuh dengan pria lain di tempatnya bekerja,” ungkap JB di hadapan majelis hakim di Pengadilan Negeri Sibolga yang diketuai Justiar Ronald Napitupulu didampingi hakim anggota Antoni Trivolta dan Eva Rina Sihombing, Selasa (30/4) di PN Sibolga.

Menurut pria lima anak dari istrinya ini, dia pernah melihat tangan istrinya dipegang-pegang oleh seorang pria di tempatnya bekerja di salah satu perusahaan perkebunan sawit di Sirandorung.

“Kebetulan pria itu merupakan pengawas istri saya (EB, red) di perkebunan itu. Kebetulan waktu itu saya datang ke kantor tempat istri saya bekerja dan melihat keduanya berpegangan tangan,” tutur JB.

Sebelumnya, sambung JB, dia juga pernah melihat istrinya dengan pria yang diduga selingkuhannya itu memakai kode atau isyarat jika melintasi kediaman pria yang diduga selingkuhannya itu.

“Artinya, jika saya membonceng istri saya dan melintasi rumah pria itu, pria itu pasti keluar dan itu terjadi setiap sepedamotor saya melintas. Sebab pria yang diduga selingkuhan istri saya itu sepertinya mengenali suara sepedamotor saya,” bebernya.

Sampai akhirnya suatu hari, sambungnya, dia membonceng istrinya dan pura-pura tidak melihat pria itu berada di luar rumahnya, dan secara refleks dia pun melihat ke belakang dan melihat tangan istrinya dan pria yang diduga selingkuhannya saling memberikan isyarat.

“Dan di rumah hal itupun saya pertanyakan apa hubungannya dengan pria itu dan apa maksud isyarat tangan mereka. Namun istri saya mengelak dan membantah melakukan perselingkuhan,” tukasnya. Sementara EB istri dari JB membantah telah melakukan perselingkuhan dengan pria lain seperti yang dituduhkan suaminya kepadanya.

“Saya tidak ada selingkuh dengan siapapun, memang dasar dia saja (JB, red) yang selalu menuduh seperti itu. Bahkan diapun kerap memperlakukan saya dengan kasar,” ungkap EB dalam persidangan.

Dia mengatakan, justru suaminya JB lah yang melakukan perselingkuhan dengan wanita lain, sampai akhirnya pemukulan terhadap dirinya terjadi.

“Karena dia memukuli aku, akupun membuat pengaduan ke Mapolsek Manduamas disertai dengan hasil visum dengan No 108/445.VER/II/II/2013 tertanggal 7 Februari 2013 lalu,” ujarnya.

Sebelumnya, JPU Nazar Makmur Harahap saat membacakan dakwaannya mengatakan, kejadian tersebut bermula pada tanggal 28 Januari 2013 lalu, di mana korban EB bersama salah seorang anaknya berinisial JNB (14) hendak mengantarkan sepedamotor ke suatu tempat.

Namun saat di perjalanan, JB sang suami menghubungi EB melalui telepon selulernya dan mengatakan kalau dia membawa seorang perempuan ke rumah mereka dan mengakui bahwa hubungan mereka sudah sangat dekat.

“Ada perempuan datang ke rumah dan hubungan kami sudah sangat dekat, apakah kamu marah?” kata Nazar mengutip ucapan JB kepada istrinya.

Mendengar hal itu, EB dan anaknya pun langsung menuju ke rumah untuk memastikan hal itu dan saat tiba di rumahnya, ternyata perempuan yang disebutkan JB tidak ada dalam rumah mereka. Tak lama kemudian, JB kembali ke rumah dan mengaku kalau dia usai mengantarkan perempuan itu ke koperasi.

Malah saat itu, JB meminjam sepedamotor yang dipakai EB dengan niat menemui perempuan yang disebutkannya itu. Kemudian EB menanyakan keberadaan perempuan itu dan JB pun menjawab kalau perempuan itu sudah diselamatkannya agar tidak dihajar EB.

Masih kata Nazar, ketika JB hendak pergi, EB pun menahannya dan saat itu masuk panggilan ke HP milik JB dan dijawab JB dengan menggunakan speaker dan terdengar suara perempuan yang berisi nada hinaan kepada EB.

“Bodoh kali kau, perempuan enggak bisa kau lawan, hajar dia dan keluar kau dari pintu belakang,” kata Nazar mengutip pembicaraan perempuan itu lewat HP.

Spontan, EB pun menghadang JB agar tidak keluar dari rumah, dan JB pun merasa emosi dan kemudian mencekik leher EB dengan tangan kanannya sehingga EB sulit bernafas. Tak hanya itu, JB pun menarik tangan EB hingga keluar dari rumah, dan langsung menjambak rambut EB serta memutar-mutar badan EB hingga jatuh ke tanah. Saat jatuh, JB kemudian menduduki badan EB lalu berdiri serta menginjak bagian dada EB dengan kaki kanannya.

Ketika EB hendak berdiri, JB juga memukul bagian wajah EB tepat di bagian bibir hingga terluka.

“Mendapatkan perlakuan seperti itu, EB pun mengadu ke Polsek Manduamas dengan melampirkan hasil visum dengan No 108/445.VER/II/II/2013 tertanggal 7 Februari 2013,” tandas Nazar lantas menambahkan kepada terdakwa JB dikenakan pasal 44 ayat 1 dan 4 UU RI No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Di akhir sidang, majelis hakim pun memerintahkan agar terdakwa JB meminta maaf kepada istrinya EB atas perlakuan yang sudah terjadi. Selanjutnya majelis hakim memutuskan untuk menunda sidang hingga pada hari Selasa (7/5) untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi. (samuel/tob/nasa)