Dituduh Selingkuhi Istri, Oknum Anggota TNI-AL Adukan Personel Polisi

Kediaman Endang, tempat dimana EP memergoki istrinya berduan dengan Aipda Irwansyah, Sabtu (31/8).

SIMALUNGUN – Aipda I, salah seorang personel Polsek Serbelawan yang bertugas di Unit Reskrim, terpaksa berurusan dengan Praka EP salah seorang oknum TNI Angkatan Udara, warga Kisaran dari kesatuan Kosek 3 Medan.

Aipda I dituduh melakukan perzinahan dengan istrinya berinisial E, pegawai Bank BNI Unit Serbelawan, Jumat (30/8) pukul  18.30 WIB.

Informasi yang dihimpun dari Dewi (27), ibu anak satu yang tinggal di samping kediaman E, Sabtu (31/8), sore itu dia bersama suaminya Rio dan anaknya sedang berada dalam rumah. Saat itu tiba sudah magrib. Tiba-tiba dari sebelah rumah terdengar suara ribut-ribut. Begitu dicek ternyata Praka EP, suami E bersama teman-temannya datang ke sana.

“Begitu mendengar suara ribut dari sebelah rumah, aku langsung ke luar Bang. Pas itu EP mengaku mau melaporkan Aipda I ke polisi,” aku Dewi.

Lebih lanjut diterangkan Dewi, keributan terjadi berawal dari dugaan perselingkuhan. Di mana, sore itu Aipda I datang ke rumah E di Bandar Selamat, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, untuk meminta uang beli tanah senilai Rp25 juta. Memang waktu itu Aipda I berada di rumah dan E hanya seorang diri di sana. Sewaktu Praka EP dan rekannya datang, pintu rumah yang dihuni E dalam keadaan tertutup.

Begitu diketuk, Aipda I langsung membuka pintu. Mengetahui keberadaan mereka, Praka EP menaruh rasa curiga telah terjadi perzinahan antara istrinya dengan Aipda I.

“Kalau kabar yang aku dengar semalam (Jumat,red). Mereka tidak melakukan apa-apa. E mengaku menunaikan Salat Magrib, sementara Aipda I menunggu di ruang tamu untuk menagih uang jual tanah Rp25 juta,” kata adik ipar Aipda I seraya mengatakan uang Rp25 juta dititip kepadanya sewaktu Aipda I menuju kantor polisi.

Alasan yang dilontarkan Aipda I dan E kepada Praka EP tidak mengundurkan niatnya membuat pengaduan. Praka EP tetap membawa mereka ke Polsek Serbelawan dan kemudian berlanjut ke Polres Simalungun.

Praka EP ketika wawancara METRO via telepon mengaku pengaduannya sudah diterima pihak Polres Simalungun untuk diproses lebih lanjut. Dengan tuduhan pasal 284 KUHPidana.

“Laporan saya sudah diterima di Polres Simalungun, sekarang sedang dalam proses hukum,” kata Praka EP.

Sesuai pasal 284 KUHPidana, seseorang yang melakukan perzinahan dapat dipidana penjara maksimum 9 bulan. Tetapi, masih berdasar pasal yang sama, suatu ‘perbuatan’ dapat disebut perzinahan hanya jika perbuatan itu dilakukan oleh dua orang yang salah satu atau keduanya terikat perkawinan dengan orang lain. Dan tuntutan hanya bisa dilakukan jika ada pengaduan dari pihak yang dirugikan. Dalam hal ini Praka EP merasa dirugikan dengan keberadaan Aipda I berduaan dengan istrinya E satu rumah dengan posisi pintu tertutup.

Ditanya soal, jual beli tanah. Praka EP mengaku sama sekali tidak mengetahui soal tanah itu. Hanya saja kebetulan istrinya bekerja di Bank BNI, soal apakah Aipda I juga nasabahnya, Praka EP tidak mengetahuinya.

“Saya tidak tau apakah jual beli tanah itu banar atau tidak. Saya hanya laporkan tuduhan perbuatan zinah, Aipda I dengan istri saya,” tambah Praka EP.

Baru Empat Hari di Bandar Selamat
Masih di lokasi kejadian, Dewi adik ipar Aipda I, kembali menerangkan bahwasannya E pegawai Bank BNI itu baru empat hari tinggal di Bandar Selamat. E menyewa rumah milik kakak Aipda I sejak hari Selasa (20/8) lalu. Rencananya, E hanya tinggal dua bulan di sana, karena rumah yang ditempatinya itu mau dihuni sama kakak Aipda I yang sekarang masih di Malaysia dan baru pulang sekitar bulan Oktober nanti.

“E belum lama tinggal di samping rumahku Bang. Baru hari Selasa kemarin dia masuk,” terang Dewi mengatakan bahwa E menyewa rumah itu dari abang iparnya Aipda I.

Selama empat hari tinggal di sana, kabarnya E belum sempat mengenalkan diri kepada tetangga. Kesehariannya, E pergi ke kantor pukul 07.30 WIB dan kembali pukul 17.00 WIB.

“Saya belum begitu kenal dengan E, selama di sini (Bandar Selamat,). E pergi pagi pulang sore. Dan setiap kembali kerja, saya lihat E beres-beres rumah, begitu seterusnya,” aku Dewi manambahkan abang iparnya itu baru kali pertama bertamu ke rumah E.

Kapolsek Serbelawan AKP Gandhi Hutagaol, ketika dikonfirmasi METRO membenarkan bahwa Aipda I yang akrab di panggil Koto adalah personel Polsek Serbelawan. Kata dia, kasus tersebut ditangani oleh Polres Simalungun.

Sementara itu, Kapolres Simaluingun AKBP Andi S Taufik Sik mengatakan, masih mempelajari bukti yudiris perzinahannya. “Karena saat ditemukan dalam rumah, mereka berdua dalam posisi bertamu dan masing-masing menggunakan pakaian yang sopan” katanya. Diterangkan lagi, bahwa Aipda I datang ke rumah E dalam rangka meminta uang kembalian yang tidak jadi transsaksi jual beli tahan.

Karena Aipda I merupakan anggota Polri, sehingga Propam dilibatkan untuk memeriksanya untuk mengetahui apakah ada dugaan pelanggaran disiplinnya.

“Apabila ada bukti yang kuat tindak pidananya, maka yang besangkutan juga akan diproses sebagaimana mestinya,” jelasnya dalam pesan singkat kepada METRO.  (end/pra)