DPT Pileg 2014 Lebih Akurat, Diprediksi Berkurang 20 Persen

RANTAU – Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Labuhanbatu meyakini kalau daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2014 mendatang akan lebih akurat jika dibanding dengan DPT pemilihan gubernur Sumatera Utara yang digelar baru-baru ini.

Pasalnya, data agregat kependudukan (DAK) atau daftar penduduk pemilih potensial (DP4) yang akan dijadikan sebagai daftar awal untuk DPT Pileg mendatang berasal dari data e-KTP dengan KTP Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang diterima dari Pemkab Labuhanbatu.

“Data yang kita terima sudah tersusun sesuai kepala keluarga (KK),” kata Ketua KPUD Kabupaten Labuhanbatu Hj Ira Wirtati usai membuka sosialisasi implementasi dan aflikasi pemuktahiran data pemilih kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Sabtu (20/4) di Wisma Deli Rantauprapat.

Nantinya para PPK dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), kata Ira,  akan melakukan pemecahan pemilih untuk setiap TPS untuk dilakukan krosccek oleh Pantarlih ke setiap rumah penduduk.

“Nantinya data yang selama ini tidak ditemukan orangnya dengan sendirinya akan terbuang, dan saat ini kita sedang melakukan pelatihan operator untuk masing-masing PPK dalam hal penanganan daftar pemilih.

Setelah didata, Pantarlih akan menempelkan stiker tanda terdaftar, jadi lebih memungkinkan mengetahui yang belum terdaftar,” tambahnya. Sementara jumlah DAK atau DP4 yang mereka terima sebanyak 522.555 orang.

Diprediksinya, akan terjadi pengurangan jumlah pemilih mencapai 20 persen jika dibanding dengan DPT Pilgubsu lalu.  “Kita upayakan paling lambat tanggal 5 Mei, Pantarlih sudah mulai bekerja di lapangan guna melakukan uji kebenaran nama per-TPS. Bagi daftar tambahan akan dimasukkan ke formulir dan PPS akan memasukkannya ke data sementara.

Besar kemungkinan DPT lebih akurat,” terang Ira.  Menanggapi hal itu, Ketua PPK Rantau Utara Syahdan Saibani Rambe berharap DAK atau DP4 yang mereka terima dan akan dilakukan pemecahan per-TPS dalam beberapa hari ini tidak lagi ditemukan nama ganda dan lainnya.

“Karena memang biasanya data yang kita terima dari pemerintah sedikit bermasalah sehingga petugas di lapangan kewalahan untuk membersihkannya. Mudah-mudahan data yang berasal dari e-KTP dan SIAK ini tidak seperti itu,” ujar Bani.(riz)

Komentar