Dua Bulan sebagai Honorer, Keluarga Zulkifli Diangkat Pegawai Tetap di PDAM

TANJUNGBALAI – Baru dua bulan bekerja sebagai pegawai honorer di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kualo, keluarga H Zulkifli yang disebut-sebut sebagai donatur kampanye Walikota-Wakil Walikota Tanjungbalai Drs Thamrin Munthe-Rolel Harahap sudah diangkat sebagai pegawai tetap.

Diyakini pengangkatan tersebut untuk menepati salah satu butir dari surat perjanjian antara Walikota dan Wakil Walikota Tanjungbalai dengan cukong. Menariknya, dari sejumlah pegawai honor di perusahaan daerah milik Pemko Tanjungbalai itu yang diterima pada waktu yang sama, kabarnya hanya keluarga Zulkifli yang telah diangkat menjadi pegawai tetap, walaupun masa pegawai honor baru dijalaninya sekitar 2 bulan.

“Dia itu masuk pada awal tahun 2011 lalu dengan status sebagai pegawai honor, sesuai dengan ketentuan yang berlaku di perusahaan ini tentang pengangkatan pegawai baru. Akan tetapi, dia lah satu-satunya pegawai honor seangkatannya yang baru menjalani masa honornya selama 2 bulan namun sudah diangkat sebagai pegawai tetap dengan gaji 80 persen.

Sementara yang seangkatannya sampai saat ini masih banyak yang belum diangkat sebagai pegawai tetap. Selain itu, sejak diangkat sebagai pegawai tetap, keluarga Zulkifli itu jarang masuk kantor, tapi pimpinan tak berani untuk menegurnya. Kita tak tahu entah apa alasannya,” ujar sumber METRO di Kantor PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai, Selasa (5/3).

Direktur PDAM Tirta Kualo, Tanjungbalai, Zaharuddin Sinaga SE membenarkan bahwa di perusahaan yang dipimpinnya ada keluarga dari H Zulkifli Batubara namun posisinya sudah senior karena sudah diangkat sebelum Thamrin-Rolel menjabat sebagai walikota dan Wakil Walikota Tanjungbalai.

”Memang benar, ada keluarga dari H Zulkifli Batubara yang jadi pegawai di PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai ini. Tapi pengangkatannya itu dilakukan sejak lama, yakni sebelum Thamrin-Rolel jadi walikota dan wakil walikota. Kalau di era Thamrin-Rolel menjadi walikota dan wakil walikota, saya jamin tidak ada keluarga H Zulkifli Batubara yang diangkat menjadi pengawas, pegawai, atau honorer di PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai ini,” beber Zaharuddin.

Namun Zaharuddin menolak untuk menyebutklan identitas dari pegawai tersebut. Akan tetapi, pengakuan dari Zaharuddin Sinaga SE itu berbeda dengan hasil temuan METRO dilapangan. Ternyata ada keluarga dari H Zulkifli Batubara yang telah diangkat sebagai pegawai tetap di perusahaan daerah milik Pemko Tanjungbalai itu pada tahun 2011 lalu.

Sebelumnya, salah seorang petinggi di Pemko Tanjungbalai yang ditemui mengatakan, pengangkatan keluarga H Zulkifli Batubara menjadi pengawas, pegawai, atau honorer di PDAM Tirta Kualo dilakukan tahun 2011 lalu. Sementara, untuk pemberian pekerjaan atau proyek senilai Rp5 miliar setiap tahun, hanya panitia LPSE dan kontraktor yang mungkin mengetahuinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Thamrin dan Rolel yang dilantik pada hari Selasa, 7 Pebruari 2011 lalu sebagai Walikota dan Wakil Walikota Tanjungbalai disinyalir telah membuat perjanjian dengan seorang cukong di masa Pemilukada. Saat itu, pasangan Thamrin-Rolel menandatangani surat perjanjian dengan seorang pengusaha di hadapan notaris, dengan nomor: surat 919/W/SI/VIII/2010 tertanggal 9 Agustus 2010.

Dalam surat perjanjian yang dilengkapi materai Rp6.000 ini disebutkan, pengusaha akan memberikan bantuan dana miliaran rupiah untuk biaya kampanye kepada pasangan Thamrin-Rolel. Selain itu, pengusaha memberikan bantuan agar pasangan ini bisa memenangkan Pemilukada Tanjungbalai tahun 2010.

Selanjutnya disebutkan, jika Thamrin-Rolel ini memenangkan Pemilukada dan menjadi Walikota-Wakil Walikota Tanjungbalai, maka pasangan ini memberikan kontribusi kepada si pengusaha. Kontribusi tersebut ada tujuh poin, antara lain Thamrin-Rolel memberikan proyek bernilai miliaran rupiah kepada pengusaha tersebut setiap tahunnya.

Jika janji tersebut tidak ditepati, maka Thamrin-Rolel diwajibkan mengganti materi sebesar Rp3 miliar secara tunai kepada pengusaha tersebut. Walikota Tanjungbalai Thamrin Munthe yang ditemui METRO, sekeluarnya dari ruang kerja di kantornya, Selasa (19/2), tidak membantah maupun membenarkan adanya surat perjanjian tersebut.

Malah, Thamrin mengarahkan METRO untuk menanyakan langsung kepada Wakil Walikota Rolel Harahap terkait masalah itu. “Kalau masalah itu, silahkan saja tanyakan langsung sama wakil walikota,” tukas Thamrin seraya berlalu meninggalkan wartawan.

Sementara Wakil Walikota Tanjungbalai Rolel Harahap dengan tegas membantah adanya perjanjian seperti yang dimaksudkan tersebut. “Saya tidak pernah membuat perjanjian seperti itu. Perjanjian itu adalah fitnah,” katanya. (ck-5)