DIPA Dit Pam Obvit Poldasu Capai Rp27 M

ngurus-pajak
Kenaikan tarif baru penerbitan dan pengurusan STNK dan BPKB serentak secara nasiobal mulai 6 januari 2017

MetroSiantar.com, MEDAN – PP No 60/2016 tentang Pendapatan Negara Bukan Pajak (BNBP) seperti memang banyak menguntungkan pihak Polri. Seperti Direktorat Pengamanan Objek Vital (Dit Pam Obvit) Polda Sumut.

Menurut Dir Pam Obvit Polda Sumut, Kombes Hery Subiansauri, pengamanan objek vital yang biasanya melalui Satuan Kerja Wilayah (Satkerwil), kini harus melalui Dit Pam Obvit. Artinya, objek-objek vital seperti perkantoran bank, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga PT Pertamina yang merupakan kantor objek vital nasional, jika membutuhkan tenaga pengamanan dari Polri maupun Brimob, harus melalui Dit Pam Obvit pengajuan permohonannya. Menurut dia, Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Dit Pam Obvit adalah yang paling besar.

“Karena selama ini tenaga pengamanan ke Satker, sekarang melalui Pam Obvit. Jadi Pam Obvit yang mempunya DIPA yang paling besar. Pengamanan induk ke Pam Obvit. Untuk pengamanan sebagainya, satu pintu melalui Dir pamobvit,” kata Hery kepada wartawan di Mapolda Sumut, akhir pekan lalu.

Bahkan, sambung Hery, DIPA di Dit Pam Ovit mengalami kenaikan. Tak tanggung, anggarannya meroket naik hingga 700 persen.

Hery menambahkan, DIPA Dit Pam Obvit mencapai Rp27 miliar yang dimulai tahun 2017. Sebab, sekarang semuanya melalui Dit Pam Obvit.

loading...