Waspadai Perusahaan Investasi Ilegal! OJK Minta PUJK Berikan Edukasi kepada Masyarakat

Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Sondang M Samosir didampingi Rela Ginting dan Greta Joice Siahaan memberikan plakat OJK kepada Pemimpin Redaksi Metro Siantar  sebagai moderator di Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan
dalam rangka meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Kamis (16/11) di Hotel Horison Pematangsiantar.
Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Sondang M Samosir didampingi Rela Ginting dan Greta Joice Siahaan memberikan plakat OJK kepada Pemimpin Redaksi Metro Siantar sebagai moderator di Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan dalam rangka meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Kamis (16/11) di Hotel Horison Pematangsiantar.

MetroSiantar.com-Banyak masyarakat berlomba-lomba mengikuti berbagai investasi yang berujung mengalami kerugian karena tertipu. Hal itu terjadi, karena masyarakat kurang memahami jaya pelayanan dan manfaat keuangan. Untuk itu, perlu diwaspadai investasi ilegal atau investasi bodong.

Hal itu disampaikan Kepala Departemen Literasi dan inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sondang M Samosir, saat acara sosialisasi Peningkatan  Literasi dan Inklusi Keuangan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Kamis (16/11) lalu di Hotel Horison Pematangsiantar.

Sondang menjelaskan, dalam penggunaan keuangan, masyarakat kebanyakan salah mengalokasikannya. Sebab, masyarakat tidak memiliki perencanaan keuangan yang jelas. Bahkan kebanyakan, masyarakat mudah tergiur ketika ada tawaran-tawaran mengikuti investasi tanpa teliti dulu terhadap perusahaan investasi itu.

Menurut Sondang, tawaran investasi yang menggiurkan membuat masyarakat mudah menanamkan investasinya. Padahal, keuntungan yang menggiurkan belum tentu sesuai harapan.

“Jadi harus hati-hati. Kalau ada perusahaan investasi menawarkan keuntungan diatas suku bunga yang berlebih dan tidak sesuai dengan suku bunga yang ditetapkan pemerintah. Itu wajib dicurigai dan perusahaan itu diteliti dengan baik,” katanya.

Sondang menyebutkan, banyak masyarakat mengeluh ketika sudah mengalami kerugian karena tertipu sejumlah perusahaan investasi ilegal. Untuk itu, sebelum tertipu,  perlu terlebih dahulu memahami manfaat keuangan, dan mempelajari jasa pelayanan keuangan.

“Nah, disini perlu peran Penyenggara Usaha Jasa Keuangan (PUJK) untuk memberikan edukasi tentang manfaat keuangan kepada masyarakat,” kata Sondang dihadapan peserta sosialisasi yang berasal dari PUJK yakni Perbankkan, asuransi, BPR, penggadaian, lembaga pembiayaan, akademisi dan mahasiswa.

Sondang juga memberikan tips mengantisipasi investasi ilegal, yakni pahami terlebih dahulu produk jasa keuangannya. Kemudian, pahami manfaat dan pahami resiko layanan jasa keuangan. Dan yang sangat perlu diketahui  adalah, investasi legal itu harus logis dan legal.

“Kalau ada tawaran tawaran yang tidak logis, berarti patut dicurigai investasi itu,” tegas  Sondang.

Sosialiasi yang dipandu Pemimpin Redaksi  Harian Metro Siantar, Hermanto Sipayung, juga menghadirkan Deputi Inklusi Keuangan OJK, Rela Ginting.

Rela Ginting dalam paparannya menyebutkan, peran penting sektor keuangan dalam peningkatan ekonomi telah menjadi pengetahuan umum bagi praktisi dan peneliti di sektor jasa keuangan. Dan keterlibatan masyarakat terhadap industri jasa keuangan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.

Tetapi, keterlibatan tersebut memiliki risiko. Untuk itu, perlu pemahaman tentang bagaimana akses jasa keuangan kepada masyarakat. Supaya benar-benar mengerti bagaimana cara memeroleh akses keuangan dari PUJK.

Dalam penerapan inklusi keuangan, memiliki rinsip-prinsip yang harus dipedomani yakni, prinsip terukur, terjangkau, tepat sasaran dan berkelanjutan. Dan dalam pemberian  akses jasa keuangan, PUJK bertanggung jawab melaporkan hasilnya kepada OJK.

“Jadi PUJK tidak hanya sekedar memberikan akses. Tetapi harus melakukan pemantauan pelaksanaan penyelenggaraan keuangan. Kemudian memberikan laporan hasil penyenggaraan keuangan itu,” sebut Rela.

Selain itu, lanjut Rela, PUJK dalam rangka melaksanakan kegiatan literasi dan inklusi keuangan, harus mempedomani peraturan otoritas jasa keuangan di sektor jasa keuangan bagi konsumen.

Sementara Deputi Literasi dan Informasi OJK Greta Joice Siahaan menekankan, perlunya pemahaman dan pengetahuan produk layanan keuangan kepada masyarakat. Hal itu penting, karena semakin banyak masyarakat mengetahui manfaat jasa keuangan.

Dalam memberikan pemahaman dan pengetahuan, PUJK memiliki peran penting dan harus memberikan edukasi layanan jasa keuangan kepada masyarakat. Dan setelah memberikan edukasi, PUJK harus menyampaikan atau melaporkannya kepada OJK.

“Banyak PUJK mengaku sudah menjalankan program edukasi layanaan jasa keuangan kepada masyarakat. Tetapi itu dilakukan sembari menawarkan produk layanan keuangan. Kalau mau jujur, harus dilepas dulu embel-embel penawaran produk ketika mengedukasi. Intinya, edukasi dulu supaya masyarakat benar-benar paham terhadap layanan keuangan itu,” pungkas Greta.

Dia menambahkan, prinsip edukasi yang harus dilakukan PUJK kepada masyarakat yakni prinsip terencana dan terukur. Terencana maksudnya, benar-benar direncanakan bagaimana pelaksanaan edukasi supaya tepat sasaran. Dan tidak ada lagi masyarakat menjadi korban-korban penipuan layanan jasa keuangan. (spy/ms)