Eks HGU Tanjung Pinggir, Untuk Membangun Kota Baru

(Foto: Ist)
Drs Ulung Napitu Msi mangulosi Hulman Sitorus saat menghadiri Seminar.

SIANTAR -  Untuk membangun Kota Siantar sebagai kota baru, diperlukan pengembangan wilayah kota. Lokasi cocok adalah eks hak guna usaha (HGU) Tanjung Pinggir seluas 573,42 hektare. Saat ini, proses pelepasannya sudah mendapat titik terang setelah mendapat persetujuan dari Kementerian BUMN.

Hal ini ditegaskan Walikota Siantar Hulman Sitorus SE beserta Sekda Drs Donver Panggabean MSi dan jajarannya, Sabtu  (10/11) saat menghadiri diskusi Seminar Ilmiah Pengembangan lahan Eks HGU PTPN  III Tanjung Pinggir di Aula Pasca Sarjana  Universitas Simalungun  (USI).

“Setiap saya bertemu Menteri BUMN, saya selalu sampaikan bahwa Kota Siantar akan maju dengan penambahan kota baru. Patut disyukuri, saat ini sudah mendapat persetujuan dari Kementerian BUMN,” ujar Hulman. Walikota mengucapkan terima kasih kepada USI sebagai almamaternya yang telah melaksanakan seminar tersebut. Mengingat, kegiatan ini dapat memberikan masukan dalam prose pengembangan kawasan Tanjung Pinggir dari segi perencanaan wilayahnya.

Dalam kesempatan itu, Hulman juga mengatakan, saat ini Pemko Siantar terus bergiat dalam bidang kebersihan dan penghijauan. Diharapkannya, semua pihak untuk dapat berpartisiapasi aktif dalam mensukseskan program siantar hijau, Siantar bersih dan siantar berciri.

Senada dengan itu, Kepala Bappeda Siantar Herowin TF Sinaga menyebutkan, saat ini Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Siantar yang telah disetujui DPRD Siantar sedang dalam proses eksaminasi di Pemprov Sumut. Dalam Perda RTRW tersebut sudah diatur tentang perencanaan wilayah pengembangan kota sebagai salah satunya, yaitu di eks HGU Tanjung Pinggir.

Pakar Tata Ruang Robert Tua Siregar, yang tampil sebagai pemakalah memaparkan, Tajung Pinggir nantinya akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Kota Siantar. Untuk itu pemerintah diharapkan dapat menerapkannya dengan sistem regulasi, modal, kepedulian serta memperhatikan kepentingan publik.

“Konsep penataan kota harus dengan dokumen perencanaan yang lengkap pula,” tegasnya. Narasumber lainnya yang juga Pakar Tata Ruang, B Sinulingga PHd menyebutkan, untuk kemajuan sebuah kota harus ada saling membutuhkan dengan wilayah-wilayah sekitar. Sebagai contoh, hasil bahan baku yang ada ada di daerah lain dapat diolah di Kota Siantar. Hal ini tentunya akan mampu menyerap tanaga kerja mengingat transportasi dan sarana jalan yang mendukung.

“Untuk kemjuan kota juga harus memiliki sistem pemerintahan dengan pelayan yang baik, banyak pelaku kewirausahaan (entrepreneur) serta fasilitas yang mendukung seperti lahan, listrik serata air dan lain-lain,” katanya. Orang akan tertarik untuk berinvestasi bila lalu lintas lancar, unit pengelolaan limbah memadai, serta kawasan dengan pusat lingkungan dan memiliki ruang terbuka hijau berukuran 20 persen, sarana jalan serta aman dari bahaya bencana.

Acara dibuka Rektor USI Drs Ulung Napitu MSi serta dihadiri Pengurus Yayasan USI Masdin Saragih, akademisi serta mahasiswa dan alumni pasca sarjana USI. (mer)

Komentar