Galian C Salomo Simamora, Dihentikan Sementara

TAPTENG – Menunggu keputusan Pemkab Tapteng, aktivitas galian C di Sungai Sibuluan, Kecamatan Pandan yang diusahai Salomo Simamora dihentikan sementara.

Keputusan itu dicapai dalam musyawarah yang digelar Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Tapteng bersama pihak warga yang keberatan dan pengusaha, di Gedung Artha Gabe Sibuluan, Rabu (17/7).

“Galian C, khususnya penambangan batu gajah (berukuran besar, red) yang menggunakan alat berat dihentikan sementara, menunggu hasil keputusan rapat di Pemkab Tapteng.

Seluruh warga diminta tetap menjaga kekondusifan kamtibmas di sekitar lokasi pemukiman maupun lokasi penambangan,” ujar Camat Sarudik Melky D Panggabean membacakan resume musyawarah tersebut.

Hadir, Kepala Distamben Tapteng Tutak Hutagalung, Kabid Pertambangan Umum Mara Sianturi, Camat Pandan Herman Suwito, pengusaha Salomo Simamora, para lurah setempat, dan seratusan warga yang sebelumnya melakukan aksi protes.

Sebelumnya, dalam musyawarah yang berlangsung alot itu, warga menuding penambangan batu gajah dikhawatirkan memicu bencana alam seperti banjir dan pengikisan daerah aliran sungai (DAS) yang didiami warga di hulu sungai tersebut.

Sementara pihak Distamben menjelaskan bahwa galian C Salomo Simamora telah berizin resmi dari Pemkab Tapteng. Di mana penerbitan izin telah melalui kajian dampak lingkungan oleh tiap instansi pemerintah terkait.

Distamben Tapteng juga mengingatkan, bahwa pihaknya akan menertibkan tegas para pengusaha ilegal yang tak berizin yang melakukan aktivitas galian C di badan sungai tersebut. Karena itu diharapkan para pengusaha yang juga masih warga setempat segera  mengurus izinnya.

Informasi yang dihimpun METRO, batu-batu gajah yang diangkut dari lokasi digunakan untuk pembangunan greed pemecah ombak di kawasan Pantai Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan, yang terancam abrasi pantai. (mor/nasa)

Komentar