Garuda Indonesia dan Saudi Airlines Angkut Jamaah Haji 2013

[Foto : RAKA Mustafa Ramli/Jawa Pos]
Jamaah haji kloter I Surabaya tahun 2012 berangkat ke tanah suci Makkah.

JAKARTA – Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines memenangi lelang penerbangan haji 2013 M/1434 H. Mereka mengalahkan tujuh maskapai lain yang diundang Kementerian Agama (Kemenag). Setelah negosiasi, ongkos penerbangan rata-rata turun USD 40 (sekitar Rp 389 ribu) untuk seluruh embarkasi bila dibandingkan dengan tahun lalu.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kemenag Anggito Abimanyu mengatakan, tender dibuka dengan cara mengundang sembilan maskapai, termasuk Garuda dan Saudi Arabian Airlines. Di antara sembilan maskapai tersebut, ternyata hanya empat yang ikut lelang.

”Tetapi, setelah validasi kriteria teknis, hanya Garuda dan Saudi Arabian Airlines yang maju hingga penawaran dan menang,” tandasnya kemarin. Anggito mengaku tidak hafal seluruh maskapai penerbangan yang diundang Kemenag untuk mengikuti tender angkutan haji 2013.

Dalam pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2013 yang digeber Kemenag bersama Komisi VIII DPR, sejumlah komponen pembiayaan berhasil dikepras. ”Harga tiket pesawat berhasil kita turunkan dibanding tahun lalu,” ungkapnya.  Kemenag dan DPR berhasil menawar biaya tiket sehingga turun rata-rata USD 40 per jamaah di seluruh embarkasi. Sebagai catatan, pada musim haji 2012 ongkos penerbangan mencapai USD 2.204 (Rp 21,4 juta) per jamaah dan 2011 sebesar USD 2.024 (Rp 19,7 juta).

Biaya tiket turun karena terjadi tawar-menawar antara pemerintah dan pihak maskapai. ”Tahun-tahun sebelumnya tidak ada negosiasi,” ucapnya.  Negosiasi berjalan mulus karena adanya sistem baru tender angkutan haji. Mulai tahun ini pemerintah menetapkan kontrak jangka panjang, yakni berdurasi tiga tahun.

Dengan demikian, maskapai penerbangan untuk musim haji 2014 dan 2015 hampir bisa dipastikan tetap Garuda dan Saudi Airlines. Meski harga tiket turun tipis, Anggito mengatakan, tidak boleh ada penurunan kualitas pelayanan. Seluruh pramugari yang melayani jamaah haji nanti harus dari Indonesia. Selain itu, menu makanan selama penerbangan harus bercita rasa Nusantara.

Kemenag juga menuntut dua maskapai langganan angkutan haji itu meningkatkan on time performance (OTP). Yakni, harus bisa mengurangi potensi keterlambatan menerbangkan jamaah. Anggito berharap agar dua maskapai yang memenangi tender haji mematuhi komitmen yang sudah disepakati bersama. (wan/c10/jpnn)