Gubsu Resmikan Jembatan Saba Bariba Tamiang

Gubsu Gatot Pujo Nugroho didampingi tokoh masyarakat Todung Mulya Lubis dan Wabup Madina Dahlan Nasution meresmikan jembatan Saba Bariba Tamiang.

MADINA – Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho ST meresmikan jembatan Saba Bariba di Kelurahan Tamiang Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal, Minggu (9/6).

Peresmian ditandai dengan gunting pita.
Peresmian itu dihadiri tokoh masyarakat Madina yakni Prof DR Todung Mulya Lubis SH LLM, Wakil Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution, dan tokoh masyarakat Madina yang juga anggota DPRD Sumut  H Amsal Nasution serta beberapa tokoh lainnya seperti H Aswin Parinduri, H Tamanah Lubis, dan ribuan masyarakat khususnya kecamatan Kotanopan.

Peresmian jembatan ini merupakan rangkaian kunjungan Gubernur Sumut ke Madina sejak hari Sabtu kemarin.  Jembatan Saba Bariba ini merupakan hasil swadaya masyarakat kelurahan Tamiang.

Tokoh masyarakat Tamiang Abidin menyampaikan, jembatan yang dibangun  di atas sungai batang gadis itu merupakan salah satu urat nadi perekonomian masyarakat menuju lahan perkebunan dan persawahan sekitar.

“Alhamdulillah, dengan dibangunnya jembatan penghubung ini, kami masyarakat sangat merasa terbantu. Tapi begitupun dalam pertemuan ini, kami masih mengharapkan perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah Madina maupun Pemerintah provinsi Sumut, karena masyarakat masih membutuhkan perbaikan empat irigasi di wilayah kami, pembangunan jalan keliling dan pembangunan kubah masjid Kelurahan Tamiang,” kata Abidin.

Wakil Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution dalam pertemuan itu menyebutkan, pembangunan jembatan itu merupakan terobosan yang sangat baik dimana masyarakat bekerja sama dengan anak rantau untuk membangun daerahnya.

“Kalau kita hanya bergantung kepada pemerintah saja, maka pembangunan akan sulit tercapai. Sedangkan kita ketahui tanpa infastruktur yang baik, perputaran ekonomi akan fassiv dan jalan di tempat. Untuk itu, peran serta anak rantau dalam membangun suatu daerah sangat kita harapkan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah juga sangat mengharapkan adanya suatu forum percepatan pembangunan Madina yang lebih baik. Mudah-mudahan dengan hadirnya forum ini dapat memberikan masukan yang positif menuju Madina yang Madani. Selain itu dia juga menyinggung mengenai adat istiadat di Madina yang sudah mulai memudar.

“Kita juga perlu sama-sama melestarikan adat istiadat, karena belakangan ini adat istiadat sudah mulai menipis. Kearifan lokal sudah mulai memudar, padahal selain agama, adat istiadat ini juga merupakan benteng moral. Karenanya mari bergandengan tangan untuk mempertahankan adat istiadat ini,” harapnya.

Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho dalam kata sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Madina yang masih memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin Sumatera Utaran kearah yang lebih baik.

Ucapan terima kasih juga disampaikan Gubsu kepada anak rantau Kelurahan Tamiang yang sudah mau membantu pemerintah untuk membangun daerahnya.

”Perlu diketahui, forum percepatan pembangunan daerah ini kita harapkan menjadi wadah mempersatukan profesi untuk membangun dan masukan positif kepada kita semua untuk pembangunan Madina kearah yang lebih baik,” ucap Gatot. (wan)

Komentar