Guru Tuntut Pencairan Dana Sertifikasi, Disdik Hanya Sanggup Bayar 1 Bulan

SIANTAR – Guru-guru sertifikasi yang ada di Kota Pematangsiantar menuntut agar Pemko Pematangsiantar melalui instansi terkait segera mencairkan dana sertifikasi triwulan ke-3. Pasalnya, daerah lain sudah ada yang mencairkannya dan uang tersebut sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Namun pihak Disdik mengatakan, Pemko Pematangsiantar tidak menahan-nahan dana tersebut, sebab besar dana yang disalurkan pemerintah pusat tidak cukup untuk 3 bulan. Jumlahnya hanya Rp5 miliar yang dicairkan, sedangkan sisanya kurang lebih Rp10 miliar akan dibayarkan tahun 2013.

Salah seorang guru sertifikasi yang enggan disebutkan indentitasnya kepada METRO mengatakan, menjelang akhir tahun, Pemko Pematangsiantar melalui instansi terkait, yakni Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) dan Dinas Pendidikan (Disdik)  belum mencairkannya.

“Kami (guru-guru sertifikasi, red) berharap kearifan dari pemerintah, agar secepat mungkin mencairkan dana sertifikasi itu. Setahu kami, di daerah lain dana tersebut sudah dicairkan kepada guru-guru sertifikasi,” katanya, Kamis (27/12).

Menurut guru tersebut, dana sertifikasi sudah dialokasikan oleh pemerintah pusat dan langsung disetorkan ke rekening pemerintah kota untuk selanjutnya dibagikan kepada masing-masing rekening guru-guru sertifikasi.

Sementara Kadisdik Drs Setia Siagian melalui sekretaris Drs Mansur Sinaga MPd di kantornya mengatakan, Pemko Pematangsiantar tidak ada menahan-nahan pencairan dana sertifikasi milik guru.

Memang kata Mansur, dana tersebut sudah dikirimkan pemerintah pusat ke rekening Pemko Pematangsiantar di Dinas Pendapatan, namun jumlahnya tidak cukup atau kira-kira hanya Rp5 miliar. Karenanya, pemko mengambil kebijakan untuk mencairkan dana sertifikasi guru hanya untuk 1 bulan saja.

“Dana yang digelontorkan pemerintah pusat terbatas, hanya sekitar Rp5 miliar. Karenanya, pemerintah akan  mencairkan dana yang ada dan hanya 1 bulan yang dapat dicairkan,” katanya.

Karena keadaan tersebut, Mansur berharap agar para guru-guru sertifikasi mengerti keadaan tersebut dan tidak ada pikiran negatif. Pemko tidak ada menahan-nahan dana tersebut dan bisa ditanyakan sendiri ke Dispenda sebagai pemegang kas.

“Kami mohon para guru mengerti atas kekurangan tersebut. Tidak ada niat pemko untuk menahan-nahannya, tapi karena dana yang kuranglah penyebab kekurangan pembayaran tersebut,” sebut Mansur.

Dijelaskan Mansur, pencairan atas kekuarangan dana sertifikasi triwulan ke-3 ini akan dibayarkan  tahun 2013 dan dana kekurangan dari pusat akan disimpan sebagai pendapatan asli daerah (PAD) di APBD dan akan segera dicairkan kepada para guru-guru yang berhak. (mer)