Hakim ADA Tak Ngantor Ketua PN: Pulihkan Mental

SIMALUNGUN – Sejak nama ADA, hakim cantik dilaporkan selingkuh yang bertugas di Pengadilan Negeri Simalungun mencuat, ADA tak pernah masuk kantor untuk bekerja. Tercatat hakim cantik itu tidak masuk kerja sejak Kamis (27/12) hingga Kamis (3/1).

Tidak hanya itu, sejak namanya tersebut di berbagai media cetak dan media elektronik, hakim cantik ini juga tak pernah muncul untuk memberikan keterangan ataupun pembelaan. ADA yang sebelumnya berada di Jakarta, kini diketahui sudah berada di rumah orangtuanya di Bangka Belitung.

Ketua Pengadilan Negeri Simalungun Abdul Siboro, Kamis (3/1) membenarkan bahwa ADA tidak masuk kerja. “Memang sejak berita ini menyebar luas secara nasional, ADA tidak pernah masuk kerja. Dia baru masuk kantor pada Senin (7/1) mendatang,” sebutnya.

Dia menerangkan, alasan ADA untuk tidak masuk kantor yakni untuk memulihkan guncangan mental atas kasus yang terjadi padanya. Hakim cantik itupun sudah meminta izin untuk tidak masuk dan telah menyampaikan hal tersebut ke Pengadilan Tinggi (PT).

“Kita sudah sampaikan ke PT bahwa ADA tidak masuk kerja dengan alasan untuk menenangkan diri pasca pemberitaan itu. Pihak PT pun telah mengizinkannya dan ADA kini berada di rumah orangtuanya di Bangka Belitung,” terang Siboro.

Katanya, rencananya minggu depan, ADA akan datang bersama keluarga ke PN Simalungun. Mungkin itu semua untuk membantu meredakan suasana yang sempat menegang dan membuat mental ADA sedikit terguncang.

“Sampai saat ini kita belum ada menerima surat dari Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung terkait hal tersebut. Sebab untuk pemanggilan yang dilakukan kepada ADA harus melalui PN Simalungun. Karena ADA bertugas di PN Simalungun dan dia adalah anggota saya,” paparnya.

Dia menerangkan, selama memimpin di PN Simalungun, Fauziah istri anggota Polri yang diduga menjadi selingkuhan ADA tidak pernah mengirimkan surat. Namun, pada kepemimpinan sebelumnya yakni Ketua PN Hasma Yetti, pernah ada surat yang datang lewat Pos dari itu dari Fauziah.

“Kasus yang mencuat saat ini adalah kasus beberapa tahun lalu ketika ADA bertugas di Boyolali. Kita sendiri tidak tahu, kenapa kasus ini bisa kembali mencuat hingga seheboh ini. Sebab, ADA juga telah diberikan hukuman remunirasi selama enam bulan dan itu telah dijalani 75 persen,” ungkap Siboro.

Menurutnya, selama ADA bertugas di PN Simalungun juga tidak ada hal menonjol. Sebab dia sama seperti hakim lainnya yang bertugas, selain itu dia juga cukup tegas dan tidak banyak bicara. Untuk selanjutnya, mereka akan tetap menunggu keputusan dari pusat yang katanya akan menggelar sidang kehormatan majelis hakim. (mua)