Harga Jahe Lokal Anjlok Digempur Jahe Impor

(Foto: Int)
PANEN : Petani sedang memanen jahenya. Namun harganya turun akibat jahe impor dari Cina.

MEDAN – Jahe impor asal China dan Thailand yang terus membanjiri Sumatera Utara membuat harga jahe petani lokal anjlok tinggal Rp4.000 per kg dari sebelumnya sempat mencapai Rp14.000 per kg.

“Harga jahe anjlok tinggal Rp4.000 per kg karena pedagang mengaku banyak barang (jahe) impor dari China dan Thailand,”kata petani berbagai komoditas di Sumut, R.Sembiring, di Medan, Jumat (21/9)

Padahal harga jahe sempat mencapai Rp14.000 per kg. Anjloknya harga jahe membuat petani memilih tidak menjual dan menjadikan hasil panennya untuk bibit atau tidak dipanen. “Sakit hati dijual sangat murah, karena bibit saja harganya Rp7.000 per kg, belum lagi upah kerja. Petani lebih memilih untuk dijadikan bibit lagi atau tidak dipanen,”katanya.

Menurut dia untuk tidak merugi, harga jahe harusnya di atas Rp6.000 per kg. “Heran kenapa pemerintah tidak melihat kerugian petani dengan tetap begitu mudahnya membiarkanb barang impor mausk,”katanya. Sebelumnya, Asisten Manejer Hukum dan Humas Pelindo I Belawan International Container Terminal (BICT), H Suratman, kepada wartawan, mengakui banyaknya masuk jahe impor khususnya dari China.

Tahun lalu, jahe China juga banyak masuk, tetapi ekspor jahe dari Sumut juga ada Pedagang sayur-mayur di Pusat Pasar Medan, R br Tarigan, menyebutkan, sebenarnya konsumen lebih menyukai jahe lokal dengan alasan rasanya yang lebih pedas dan wangi serta lebih kering ketimbang jahe China atau Thailand. “Tetapi karena jahe lokal jarang ada, konsumen yah mau saja membeli jahe China atau Thailand, apalagi harganya lebih murah,”katanya. (ant/nik)

Komentar