Harga Jahe Rp4 Ribu per Kg

[Foto: Int]
JAHE: Seorang petani di tanah air memanen jahe. Sementara di Tobasa, harga jahe saat ini merosot hingga berada di kisaran Rp4 ribu per kg.

TOBASA – Harga jahe di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Toba Samosir  mengalami kemerosotan dari Rp10 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp4 ribu per kg. Kondisi ini menyebabkan petani jahe di daerah itu merugi.

“Sekarang harga jahe sudah Rp4 ribu per kilogram. Padahal, sebelum saya panen, harga masih berada di kisaran Rp10 ribu per kilogram,” ujar Soaloon Marpung, petani jahe di Desa Narumonda, Kecamatan Narumonda, Kamis (11/4).

Atas penurunan harga tersebut, paparnya, maka hasil penjualan tidak mampu mengembalikan modal usaha pertaniannya. ”Bila diperhitungkan, hasil panen dengan hasil penjualan, sangat tidak sesuai.

Untuk biaya pengolahan lahan 15 rante saja, mulai dari pembukaan lahan, pembelian bibit, pemupukan, penyemprotan hingga panen harus mengeluarkan biaya sebanyak Rp15  juta lebih. Kalau hasil panen saya 160 kilogram per rante, atau 2,4 ton. Kalau dikalikan, berarti hanya Rp9,6 juta saja hasil penjualannya,” ungkap Soaloon.

Agar petani jahe bisa untung, sambungnya, maka harga normal harus berada di kisaran Rp14 ribu per kilogram. ”Kalau komoditi ini ada harga patokan, maunya minimal Rp14 ribu per kilogram. Biar untung lumayan. Karena harga bibit sajapun sudah Rp14 ribu per kilogram,” jelasnya.

Soaloon menduga, penurunan harga jahe tersebut, lebih disebabkan oleh permainan toke.
”Karena sebelum saya panen harga masih Rp10 ribu per kilogram. Tapi tiba-tiba setelah panen minggu ini, harga sudah jadi Rp4 ribu,” imbuhnya.

Terpisah, Tigor Marpaung yang kesehariannya bekerja sebagai pengumpul hasil bumi di daerah itu, menepis adanya permainan harga terebut oleh toke. Tigor mengatakan, bahwa harga jahe setiap saat bisa berubah dan perubahan itu bukan berasal dari tingkat toke jahe lokal.

Dia mengakui, bahwa untuk saat ini, harga jahe di daerah itu berada pada kisaran Rp4 ribu hingga Rp5 ribu perkilogram. ”Betul harganya segitu dari petani. Tapi sekarang harga di pasar sudah naik jadi Rp6 ribu per kilogram,” tandasnya. (jantro/hsl)

Komentar