Harga Sayuran Anjlok

PURBA - Petani sayuran di Kabupaten Simalungun mengeluh. Itu setelah harga hasil pertanian anjlok beberapa hari terakhir. Informasi yang diperoleh METRO, saat ini harga jual tomat dari petani ke agen berkisar Rp300 per kilogram, cabai hijau Rp2.000 per kilogram, cabai merah Rp4.000 per kilogram, sayur keriting Rp500 per kilogram, sementara harga kopi juga ikut anjlok, berkisar Rp14. 000 sampai Rp15.000 per tumba. Padahal sebelumnya, harga kopi masih Rp20.000 per tumba.

Menurut agen sayur mayur bermarga Simbolon, saat ini kebanyakan petani tomat di berbagai daerah, sudah malas mangurus tanamannya. Bahkan ada yang membiarkannya begitu saja hingga rusak dan hampir hancur. “Banyak tanaman tomat yang mulai rusak dan diserang jamur, karena tidak disemprot lagi,” kata Simbolon.

Sementara seorang petani tomat Robert Purba mengatakan, dengan harga seperti sekarang ini, petani tomat kewalahan untuk mengurus tanamannya. Kalaupun diurus, petani dipastikan merugi.

“Untuk mengurus satu batang tomat saat cuaca dingin, biayanya mencapai Rp4.000 per batang. Sementara jika diperkirakan, hasil maksimal tanaman mencapai 8 kilogram per batang. Jika dikalkulasikan, petani hanya memperoleh Rp2.400 dari sebatang tanaman tomat. Jadi sama saja kami masih rugi Rp1.600,” ujarnya.

Dia menambahkan, harga normal tomat yang bisa menolong petani adalah Rp2.000 per kilogram. Dengan harga itu, jika dalam satu batang tanaman menghasilkan 4 kilogram tomat, petani masuh beruntung.

Sementara ketua KTNA Dolok Silau Umum Tarigan menjelaskan, anjloknya harga hasil pertanian saat ini, lebih disebabkan oleh tertutupnya pengiriman hasil tani dari ke provinsi lain.(SP)