Heboh!!! Mayat Wanita Muda Bugil di Tempat Sampah

[Foto: Ridwan]
Sejumlah petugas Polisi mengevakuasi mayat wanita tanpa busana yang ditemukan warga di lokasi TPA Aek Nabobar, Selasa (25/12).

TAPTENG – Warga Desa Aek Nabobar, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapteng geger karena dihebohkan penemuan mayat wanita muda tanpa busana (bugil) di parit yang berada di sekitar lokasi tempat pembuangan sampah Aek Nabobar, Selasa (25/12).

Informasi dihimpun METRO, diketahuinya keberadaan mayat wanita yang masih muda itu berawal dari kecurigaan warga yang sedang melintas di jembatan Aek Nabobar. Mereka melihat sebuah kaos warna kuning dan bra dipenuhi bercak darah.

Kemudian warga juga melihat di sekitar jembatan ada ceceran darah yang belum begitu kering dan ceceran darah itu juga mengarah ke bawah jembatan.

Penasaran dengan hal itu, warga mencoba mengikuti ceceran darah dan akhirnya warga melihat sesosok mayat perempuan tanpa busana di tengah-tengah aliran sungai kecil tak jauh dari lokasi.

“Waktu itu kami lewat dan tak sengaja melihat ceceran darah di jalan dan baju kaos serta bra yang juga dipenuhi bercak darah. Kemudian kami memberanikan diri untuk mengikuti ceceran darah itu, dan akhirnya kami melihat sosok mayat perempauan dalam keadaan telanjang dengan posisi menengadah,” ungkap T Tobing dan Pecok Hulu, warga Aek Nabobar yang bekerja mengambil pasir di sekitar lokasi.

Melihat adanya sesosok mayat perempuan bugil, sambung keduanya, mereka kembali ke kampung untuk memberitahukan kepada warga lainnya. Tak berapa lama, okasi itu pun dipadati warga yang ingin menyaksikannya secara langsung. Namun karena kondisi medannya agak curam dan sulit dilalui, kebanyakan warga hanya melihat dari jauh dan melihat bercak darah di sekitar jembatan.

“Kami tak menduga ada mayat di situ. Karena saya takut, maka teman saya Pecok-lah yang turun melihat apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata, Pecok melihat ada mayat dan langsung saja berlari mengajak saya untuk memberitahukan kejadian itu kepada orang kampung. Kami beritahukan kepada E Sitompul agar dilaporkan ke Polsek Pinangsori,” terang Tobing di sekitar lokasi penemuan mayat.

Kapolsek Pinangsori AKP Khamdani yang dikonfirmasi METRO di lokasi kejadian membenarkan penemuan sesosok mayat jenis perempuan oleh warga di sekitar TPA Aek Nabobar.

Mayat tersebut selanjutnya dibawa ke Puskesmas Pinangsori, dan selanjutnya dibawa ke RSU dr Pirngadi Medan guna dilakukan otopsi lebih lanjut.

“Setelah kita menerima laporan dari warga, kita langsung meluncur ke TKP, tempat ditemukannya mayat wanita di areal TPA Aek Nabobar. Diduga kuat, korban tewas karena dianiaya dengan melihat luka-luka dan lebam di sejumlah bagian tubuh korban.

Namun untuk kepastiannya, kita masih menunggu hasil Visum Et Revertum (VER) guna mengetahui secara pasti penyebab kematian korban. Kita masih memproses dan melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap kasus ini,” ujar AKP Khamdani.

Di lokasi kejadian tepatnya di jembatan Aek Nabobar, sambungnya, pihaknya menemukan pakaian yang dikenakan korban yakni kaos warna kuning bertuliskan Sepultura dan bra berwarna krem yang dipenuhi bercak darah dan juga ikat rambut berwarna merah jambu.

“Sementara pakaian bagian bawah, celana atau rok yang digunakan korban tidak ada ditemukan di lokasi. Bahkan kami sudah menyisir seluruh lokasi kejadian, celana atau rok yang dipakai korban tidak ada ditemukan,” bebernya.

Masih menurutnya, dugaan korban tewas karena dibunuh berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan tim identifikasi Polres Tapteng bersama petugas medis Puskesmas Pinangsori yakni batok kepala bagian belakang korban remuk yang diduga akibat benturan benda tumpul, mata sebelah kanan lebam karena bekas pukulan, bagian mulut dan hidung korban remuk, dan jari tangan sebelah kiri korban pakai inai.

“Kemudian ciri-ciri korban di alis mata sebelah kiri ditemukan 3 bekas jahitan, kemudian bekas luka sayatan di tangan sebelah kiri, tahi lalat di dagu sebelah kanan dan bagian atas dada korban, lubang anting ditelinga kanan dan kiri korban ada 2,” jelasnya.

Terkait waktu kejadian, lanjutnya, pihaknya memperkirakan korban tewas hari Selasa pagi (25/12) sekitar pukul 05.00 WIB, sebab jasad korban belum mengeluarkan bau sebagaimana biasanya dan usia korban diperkirakan sekitar 30-an tahun.

“Kemudian sejumlah ceceran darah di jembatan dekat ditemukannya baju koas korban belum begitu kering dan masih mengeluarkan bau amis. Untuk itu, kita berharap kalau ada keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke petugas Polsek Pinangsori atau melihat langsung ke ruang instalasi jenazah RSU dr Pirngadi Medan,” tandasnya. (tob/des)